Alternatif Bahan Baku Masakan, Ini Harga Tepung Kentang per Kilo

Tepung KentangIlustrasi : Tepung Kentang bisa diolah menjadi berbagai macam masakan -(tepung-kentang.blogspot.com)

JAKARTA – Nama kentang mungkin belum terlalu familiar di telinga banyak masyarakat , jika dibandingkan beras atau terigu. Padahal, kentang dapat dijadikan untuk berbagai dan . Di sendiri, kentang dijual dengan harga rata-rata Rp50 ribuan per kilogram.

“Tepung kentang adalah tepung yang diekstrak dari kentang. Sel dari akar umbi dari tanaman kentang mengandung butiran tepung (leukoplas). Untuk mengekstrak tepung tersebut, kentang dihancurkan, butiran tepung dikeluarkan dari sel yang telah hancur,” tulis PT Markaindo Selaras, perusahaan yang bergerak dalam bidang pengadaan baku makanan, dalam situs resminya. “Tepung tersebut kemudian dicuci dan dikeringkan.”

Jika Anda menggunakan tepung kentang, ada beberapa kelebihan yang bakal Anda peroleh. Tepung kentang salah satunya dapat digunakan sebagai pengental makanan yang halus, tepung ini tidak meninggalkan rasa tepung pada makanan sehingga rasa makanan akan tetap nikmat. Selain itu, juga dapat membuat makanan menjadi tebal, melembutkan kue, membuat lapisan gorengan menjadi renyah, serta tidak menggumpal.

“Fungsi dan kegunaan tepung kentang yang paling umum adalah sebagai salah satu alternatif bahan pengental seperti halnya tepung jagung dan tepung terigu,” sambung PT Markaindo Selaras. “Namun, efek pengentalan yang dihasilkan oleh tepung kentang jauh lebih merata dan sama sekali tidak menimbulkan bau dibandingkan tepung terigu.”

Jika Anda tertarik menggunakan tepung ini sebagai salah satu bahan dalam resep Anda, tidak sulit mendapatknya. Anda bisa membeli tepung kentang di berbagai toko bahan pokok, toko bahan kue, bahkan situs jual beli online. Rata-rata, harga tepung kentang per kilo berkisar Rp50 ribuan, tetapi ada juga yang menjualnya dengan harga Rp21 ribuan per kg.

Karena belum begitu familiar, menurut Tabloid Sinar Tani, hingga kini tepung kentang di dalam negeri masih dipasok dari Eropa, Amerika, dan China. Karena itu, tidak mengherankan jika kemudian harganya masih cenderung mahal. Nah, untuk membuat komoditas ini ramah di kantong, diperlukan produksi asli Indonesia.

“Kita sudah menguasai teknologi tepung mokaf, tepung pisang, tepung ganyong, maupun tepung lokal lainnya. Teknologi sebenarnya sudah kita kuasai, kurang lebih sama dengan yang lain,” ujar Kepala Balitbang , M.Syakir. “Mengenai sentra kentang, banyak berada di Jawa Tengah (Dieng), Medan, Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur.”

Loading...