Harga USD7 Juta, Beberapa Negara di Asia Tertarik Beli Tank Harimau Bikinan Pindad

Tank Harimau buatan Pindad (sumber: boombastis.com)Tank Harimau buatan Pindad (sumber: boombastis.com)

Industri pertahanan di Indonesia terus berkembang dari tahun ke tahun. Hal ini terlihat dari inovasi yang terus dilakukan oleh PT Pindad untuk menciptakan berbagai untuk mendukung kemajuan pertahanan di Tanah Air. Bahkan beberapa waktu lalu Pindad memiliki kendaraan khusus baru bernama Harimau. yang dengan harga USD7 juta atau sekitar Rp98,6 miliar (kurs Rp14.085,85/USD) ini merupakan hasil kerja sama dengan Turki FNSS.

Pengembang Kendaraan Khusus yang juga Program Manager Tank Medium PT Pindad Windu Paramarta mengungkapkan jika pihaknya membutuhkan waktu hingga 3,5 tahun untuk membuat tank ukuran medium seperti Harimau ini.

“Ini kerjasama pertahanan Indonesia dan Turki di tahun kerja sma pertahanan dimulai pada awal tahun 2015. Kita mengembangkan tank tempur dari nol. Berdasarkan kriteria spesifikasi dari AD 2017 akhirnya produksi. Dua prototype dibuat dengan kolaborasi Turki Indonesia bekerja di Turki. 2016 akhir ini prototype pertama berhasil dibuat di Turki kita juga ikut kesana ada engineer, desainer dan orang produksi 30 orang. Kemudian di tahun selanjutnya selesai jadi 3,5 tahun sudah jadi 2 prototype,” tutur Windu, seperti dilansir Detik.

Tank yang juga dikenal dengan nama Kaplan MT ini disebut-sebut memiliki kelebihan dari segi daya fokus untuk menembak target yang lebih cepat dibanding tank besar lainnya. Pemesanan Tank Harimau pun kabarnya baru dibuka tahun 2020 depan. “Baru di tahun 2020 bisa dipesan,” jelasnya.

Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose menjelaskan, harga jual USD7 juta per ini berada di bawah harga tank Leopard, tetapi setara dengan tank buatan Korea Selatan. Untuk permulaan, kapasitas produksinya adalah 50 per tahun dan akan ditingkatkan menjadi 80 per tahun pada tahun berikutnya.

“Mesin kita masih total beli dari luar negeri. Tapi kalau desain, part supporting, dan lainnya itu dari kami semua,” ucap Abraham. Adapun total kandungan komponen untuk material dalam tank Harimau mencapai 60-70%. Sedangkan untuk masih impor, karena sampai saat ini masih belum ada yang mengembangkan di Indonesia. Bahkan sejauh ini kabarnya sudah ada 2 negara di yang siap untuk membeli 164 tank Harimau dari Pindad.

Loading...