Harga Tanah di Tahun 2016 Naik 20%

Harga tanah di tahun 2016 ini diperkirakan akan semakin meroket seiring dengan makin maraknya pembangunan di sejumlah daerah. Selain itu, kenaikan harga tanah juga tidak bisa dihindari mengingat semakin tingginya bangunan untuk tempat tinggal.

Di daerah Semarang misalnya, Real Estate (REI) memperkirakan harga tanah sekitar 10% hingga 15% pada awal tahun 2016. Menurut Wakil Ketua REI Jateng Bidang Pertanahan, Wibowo Tedjosukmono, kenaikan ini sudah pasti terjadi dan tidak bisa dihindari.

“Kenaikan harga tanah dan bangunan setiap tahun biasanya terjadi dua kali, yaitu pada semester pertama dan semester kedua,” jelasnya. “Jika ditotal, harga tanah setiap tahun mengalami kenaikan sekitar 20% hingga 30%.”

Sementara di Serang, harga tanah di kawasan naik hingga sekitar 17%. “Harga tanah di Serang ini bahkan lebih mahal dibanding Bogor, , atau ,” papar Associate Director Research Colliers International Indonesia, Ferry Salanto.

Kenaikan harga tanah juga terjadi di daerah sekitar Bandara dan Cawang, Timur. Seperti diketahui, di daerah ini akan dibangun proyek stasiun transportasi massal seperti kereta cepat -Bandung serta kereta api ringan atau light rail transit (LRT).

Saat ini, bila ada orang yang ingin membeli tanah di daerah tersebut, harganya sudah mencapai kisaran Rp3 juta per m2 hingga Rp13 juta per m2 untuk lahan yang berlokasi di pinggir jalan raya. “Jika proyek transportasi berbasis rel tersebut sudah beroperasi, bisa dipastikan harganya akan lebih mahal lagi, sekitar 15% hingga 20% per tahun,” jelas Associate Director Ray White Indonesia, Erwin Karya.

Loading...