Koleksi Perlengkapan Mendaki Lengkap, Berapa Harga Tali Webbing Eiger?

Ilustrasi : Seseorang sedang mendaki bukitIlustrasi : Seseorang sedang mendaki bukit

outdoor dalam negeri kini sudah sedemikian berkembang. Salah satu yang mungkin tak asing lagi di telinga adalah Eiger. Merek satu ini bukan hanya fokus mengembangkan -produk fashion outdoor saja, tetapi juga memproduksi untuk hiking alias mendaki seperti karabiner hingga webbing. Harga mendaki Eiger pun beragam, tergantung jenisnya.

Sebagai contoh, untuk tali webbing FA Eiger 2,5 cm 1 roll (panjang 45 meter) sekitar Rp60 ribuan. Tali satu ini terbuat dari polypropylene dan biasanya dapat digunakan sebagai pelengkap tali tas ransel atau tas outdoor dan beragam keperluan luar ruangan lainnya.

Eiger yang telah lama berkecimpung di dunia outdoor sendiri berupaya untuk terus menambah puluhan toko dan store baru sampai tahun 2020 ini seiring dengan prospek penjualan produk Eiger yang diprediksi terus membaik. Menurut Managing Director PT Eigerindo MPI Christian Sarsono, sampai sekarang sudah ada 300 toko dan outlet Eiger yang tersebar di seluruh Indonesia dengan kelas berbeda, mulai dari flagship, store, showroom, shop in shop, dan counters.

“Investasinya antara Rp400 hingga Rp1 miliar, tergantung kelas tokonya. Memang cukup besar, tapi kami berkomitmen bagaimana menghadirkan toko experience,” ujar Christian, seperti dilansir Sindonews.

Eiger pun yakin market produk-produknya tetap tinggi walaupun pasar Indonesia diserbu oleh produk luar negeri, terutama produk impor dari China. Hal itu dinilai bukan halangan karena Eiger berupaya untuk menghadirkan produk-produk yang berbeda. “Tapi kami mencoba carikan diferensiasinya. Artinya, penjualan kami tidak hanya soal produk saja, tapi kita optimalkan dari sisi nilai, service, dan pengalaman bagi konsumen yang membeli produk kami,” paparnya.

Sementara itu, Head of Marketing Division PT Eigerindo MPI Harimula Muharam menambahkan, penambahan puluhan toko baru diyakini dapat memperkuat jaringan Eiger di Indonesia. Meski pasar e-commerce berkembang pesat, menurutnya belanja online tak dapat mengganti penjualan secara fisik.

“Hasil survei yang kami lakukan, konsumen Eiger tetap ke toko untuk belanja produk kami karena mereka ingin tahu soal produk. E-commerce memang membantu kami, tapi bagaimana konsepnya saling mendukung, misalnya online to offline. Orang bisa belanja online, tapi barang bisa ambil di toko,” terangnya. Terlebih karena segmen pasar terbesar Eiger berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa dengan rentang usia 18-35 tahun dan ada pula yang 40 tahun.

Loading...