Memiliki Pengaturan Otomatis, Harga Syringe Pump B Braun Cukup Mahal

Syringe Pump B Braun - (YouTube: Binu Varghese)Syringe Pump B Braun - (YouTube: Binu Varghese)

Syiringe pump atau pump menjadi salah satu yang penting di . Alat ini dibutuhkan oleh yang membutuhkan pemberian dosis secara berkala. Dengan adanya syringe pump, pasien tertentu diharapkan bisa memperoleh dosis yang tepat dengan yang teratur.

“Alat ini namanya syringe pump. Biasa untuk memasukkan obat atau cairan yang bisa diatur dosisnya,” kata dr Adin Nulkhasanah, SpS, MARS, seperti dikutip dari Detik. Dr Adin mengungkapkan bahwa semua pasien yang membutuhkan pengaturan dosis obat atau cairan biasa memakai alat syringe pump tersebut. Cairan obat dimasukkan dalam tubuh lewat pembuluh darah vena.

Nah, salah satu alat syringe pump yang cukup banyak digunakan adalah merk B Braun. Syringe pump B Braun perfusor dijual dengan harga cukup mahal, mencapai Rp29 juta. Syringe pump ini biasanya terdiri dari beberapa pengaturan , yakni pengaturan laju motor (pendeteksi rpm), komparator, dan sinyal referensi. Syringe pump B Braun pun dapat mengatur cairan yang akan masuk ke dalam tubuh pasien lewat sistem elektronik mikroprosesor dengan satuan mililiter per jam (ml/h). Syringe pump B Braun memakai baterai baru yang menawarkan daya tahan hidup lama. Jika dirawat dengan benar, alat ini bisa memiliki masa pakai hingga 10 tahun.

Penggunaan syringe pump disebut-sebut dapat memudahkan tenaga medis untuk memasukkan obat dengan sistem berkala dan teratur secara otomatis. Dengan perhitungan yang tepat tentunya bisa meminimalisir human error yang sering terjadi. Alat satu ini bekerja menggunakan motor DC sebagai tenaga pendorong syringe yang berisi cairan atau obat yang akan dimasukkan dalam tubuh pasien. Syringe pump memakai sistem elektronik mikroprosesor yang berfungsi mengontrol pemberian jumlah cairan ke tubuh pasien, sensor, dan alarm.

Syringe pump biasanya dijual di toko-toko alat kesehatan atau banyak juga yang menjualnya secara online. Di rumah sakit sendiri kabarnya alat ini bisa dipinjam dari unit lain untuk pasien yang membutuhkan. “Di RS (Rumah Sakit) biasa meminjam alat dari unit lain selama digunakan di RS,” ungkap dr. Adin.

Loading...