Harga Susu Relatif Terjangkau, Koperasi SAE Pujon Ditargetkan Penuhi Kebutuhan Susu Nasional

Susu Sae PujonSusu Sae Pujon

memang dikenal sebagai pemasok susu sapi perah berkualitas. Berdasarkan angka Total Plate Count (TPC), susu di Jawa Timur, adalah terbaik nasional. Di mana sebanyak 85 persen produksi susu di berada pada Grade I (di bawah 1 juta per mililiter.). Pencapaian ini tentunya tak luput dari kerjasama yang dibangun pemerintah dengan koperasi susu, salah satunya adalah Koperasi SAE yang terletak di daerah Pujon, .

“Keberadaan koperasi ini mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan peternak, terlebih saat ini Jatim menjadi basis susu nasional,” kata Saifullah Yusuf, Wakil Gubernur Jawa Timur saat membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi SAE, dilansir dari Detik.com.

Gus Ipul, sapaan Saifullah Yusuf, juga tak lupa mengapresiasi semangat peternak sapi perah di kawasan Pujon dan sekitarnya, sehingga mampu membawa target susu di Jawa Timur dapat memenuhi kebutuhan nasional. Ia menjelaskan produksi susu di Jawa Timur pada tahun 2016 mencapai 481.399 ton. Angka itu naik dari tahun sebelumnya yang mencapai 472.212 ton.

Dengan produksi sebanyak itu, Jawa Timur menyumbang sebanyak 52 persen dari total kebutuhan susu nasional, yakni sebanyak 1.200 ton per hari.

“Selain kualitas terbaik di tingkat nasional, susu perah Jawa Timur juga berkontribusi terhadap nasional sebesar 52 persen,” lanjutnya.

Sementara itu, jumlah sapi perah di Jawa Timur pada tahun 2016 sebanyak 265.152 ekor. Terdiri dari peternak rakyat sebanyak 95 persen dan peternak untuk perusahaan sebanyak lima persen. Rata – rata, setiap peternak memiliki dua hingga empat ekor sapi. Sedangkan jumlah Koperasi Unit Desa (KUD) yang bergerak di bidang persusuan sebanyak 65 unit.

Susu segar dari peternak sapi perah Jatim tersebut dikirim ke PT Nestle sebanyak 570 ton per hari. Lalu ke PT Indolacto sebanyak 150 ton per hari. Ada juga yang diolah koperasi menjadi susu pasteurisasi, seperti yang dikembangkan oleh KUD Batu dan KOP Sae Pujon. Dari 36 koperasi susu yang tergabung di GKSI, produksi susu paling besar masih berasal dari Kop Sae Pujon. Produksinya mencapai 20,3 ton per harinya. Kemudian KUD Batu yang produksi susu sapi perah mencapai 17 ton per harinya.

Sebagai , Koperasi SAE Pujon didirikan pada tanggal 30 Oktober 1962, kata SAE memiliki arti ‘Sinau Andandani Ekonomi’ (belajar memperbaiki ekonomi) . Pada tahun 1970, atas keputusan Rapat Anggota tersebut ditunjuk Kalam Tirtorahardjo sebagai ketua Koperasi Susu SAE Pujon.

Seiring dengan perkembangannya, Koperasi SAE Pujon terus berinovasi dalam pembangunan. Saat ini pihaknya mendirikan sebuah kedai (cafe) susu yang juga terletak di sebelah kantor pusat koperasi SAE. Di kedai ini menjajakan sejumlah produk olahan susu, mulai dari susu segar atau susu sapi murni, susu pasteurisasi, yoghurt, es susu, dan sejumlah ringan lainnya.

olahan susu yang di tempat ini relatif murah, misalnya untuk susu segar seharga Rp8.500 per liter, susu pasteurisasi Rp2.750 per 1 kemasan, yoghurt 250 ml seharga Rp6.500, dan es krim susu dijual dengan harga Rp4 ribuan per 1 cup.

Loading...