Harga Sewa Tergantung Kuantitas, Scaffolding Pipa Banyak Dibutuhkan Proyek Pembangunan

Scaffolding Pipa - sianosteel.en.made-in-china.comScaffolding Pipa - sianosteel.en.made-in-china.com

Di tengah di sejumlah , jasa persewaan -alat berat rupanya dianggap memiliki prospek yang cukup cerah. Betapa tidak? Usaha semacam ini rupanya akan terus berjalan seiring dengan tingginya tingkat pembangunan properti dan di berbagai . Banyak developer atau kontraktor yang membutuhkan penyewaan alat seperti scaffolding, molen, buldozer, dan lain-lain dengan sewa yang terjangkau untuk menunjang konstruksi.

Menurut Yatin Suprihatin, pemilik CV. Karya Budi Mulya, usaha sewa alat berat memang sangat prospektif. Ia mengakui bahwa tiap tahun yang memakai jasanya semakin meningkat. Senada, Elizabeth Chong, pemilik Inti Mandiri Scaffolding juga memiliki pendapat yang sama.

“Walau bagaimanapun jika mengadakan pembangunan sudah pasti memerlukan jasa kita karena kita sebagai salah satu tiang pembangunan. Karena jika tidak ada usaha seperti kita maka pembangunan di Indonesia tidak akan bisa berjalan lancar dan tepat waktu,” katanya, seperti dilansir Berempat.

Adapun untuk proyek pembangunan gedung, biasanya alat berat yang banyak disewa oleh kontraktor adalah excavator, mesin molen, buldozer, hingga scaffolding. Sebagai contoh, biaya sewa scaffolding pipa support biasanya ditentukan berdasar jumlah dan durasi sewa. Untuk sewa scaffolding pipa support kuantitas di bawah 20 pcs berkisar antara Rp49 ribu hingga Rp55 ribu per 1 bulan, sedangkan untuk sewa dengan jumlah di atas 20 pcs biayanya justru lebih murah, antara Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per bulan.

Kemudian sewa scaffolding pipa 6 m berjumlah kurang dari 20 pcs dikenai tarif Rp59 ribu, sedangkan untuk sewa lebih dari 20 pcs biayanya Rp50 ribu per 1 bulan. Harga sewa scaffolding pipa tersebut umumnya belum termasuk transportasi pengangkutan barang.

Meski untuk memulai usaha jasa sewa alat berat butuh modal yang cukup besar, laba yang didapat dari bisnis tersebut ternyata menguntungkan. Yatin mengaku tiap bulannya dapat meraih omzet hingga Rp900 juta dengan keuntungan bersih melebihi 60%. Guna mengakali modal yang besar itu, pembelian alat-alat berat dapat “diakali” dengan cara membeli alat-alat berat second yang masih bagus dan layak pakai.

Loading...