Banyak Diburu Karena Khasiatnya, Harga Serai per Kilo Ternyata Tak Terlalu Mahal

Tanaman Serai - www.pennsylvania6dc.comTanaman Serai - www.pennsylvania6dc.com

Serai atau sereh merupakan tumbuhan anggota suku rumput-rumputan yang punya banyak sekali kegunaan. satu ini kerap dimanfaatkan untuk mengharumkan atau bahkan diolah menjadi aneka yang dipercaya menyehatkan. Bahkan, di tengah kondisi pandemi pun serai menjadi herba yang banyak diburu bersama aneka empon-empon. Tak heran jika kemudian harga serai per kilo dan empon-empon kabarnya meningkat sejak beberapa waktu belakangan.

Di , harga serai segar per 1 kg (kilogram) berkisar antara Rp10 ribuan sampai Rp15 ribuan. Selain dimanfaatkan sebagai masak atau minuman, serai juga bisa diolah menjadi minyak atsiri yang digunakan untuk mengusir nyamuk. Pasalnya, di dalam serai memiliki kandungan zat sitronela yang tidak disukai oleh nyamuk. Oleh sebab itu, tanaman satu ini sering dibuat menjadi obat pengusir nyamuk atau serangga lainnya.

Nah, di Peterongan, Semarang, Jawa Tengah kabarnya penjualan empon-empon mengalami peningkatan cukup signifikan hingga 100 persen. “Rata-rata penjualan meningkat sejak habis lebaran. Meningkatnya sampai 100 persen,” kata salah satu penjual bernama Partini, seperti dilansir Tribunnews.

Tak jauh berbeda, pedagang lain bernama Wiji di Peterongan Semarang pun mengakui penjualan empon-empon di lapaknya meningkat. Wiji mengungkapkan, rempah yang paling laris diburu adalah jahe emprit. Selain itu, bahan rempah lain yang juga mengalami peningkatan penjualan adalah temulawak, kunyit, jeruk nipis, dan serai.

Ia mengatakan, banyak pembeli percaya bahwa rempah-rempah tersebut menyimpan banyak khasiat, khususnya untuk menjaga imunitas tubuh. “Penjualan lumayan. Orang radang, flu, itu carinya jahe, temulawak, kunyit, jeruk nipis. Temu mangga dan serai juga banyak dicari, pokoknya yang kanggo imun lah (yang untuk menjaga imun),” beber Wiji.

Partini sendiri menuturkan, dalam sehari ia bisa menjual lebih dari 20 kg untuk semua jenis empon-empon. Jumlah penjualan itu melesat 2 kali lipat dibanding sebelum Lebaran 2021. “Biasanya untuk jahe, dalam sehari jualnya habis 2 kg, sekarang 4 kg. Kemarin sampai 5 kg. Itu berarti naik 100 persen kan ya? Rata-rata penjualan meningkat semua, hanya kencur saja yang tidak terlalu tinggi,” jelas Partini.

Loading...