Demam PUBG, Senjata Mainan Scar Banyak Dijual dengan Harga Variatif

Senjata Mainan Scar - id.aliexpress.comSenjata Mainan Scar - id.aliexpress.com

Sejak adanya game-game multiplayer battle seperti PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG), Free Fire, Call of Duty dan sebagainya, banyak gamers yang tertarik untuk memiliki senjata seperti yang ada di game-game kesayangan mereka tersebut. Senjata dalam wujud tersebut biasanya beredar dalam bentuk airsoft gun atau yang teranyar water gel gun.

Salah satu senjata yang cukup disukai dalam PUBG adalah Scar. Setidaknya ada beberapa versi senjata mainan Scar yang beredar di pasaran. Misalnya untuk senjata mainan Scar spring Dcobra M159 dijual dengan cukup murah Rp78 ribu saja, kemudian ada juga yang harganya berkisar antara Rp100 ribuan hingga Rp396 ribuan untuk yang skalanya 1 : 3/4. Sedangkan yang water gel gun (WGG) Scar Jinming, harganya lebih mahal, antara Rp1,1 jutaan hingga Rp1,7 jutaan.

Tak hanya di kota-kota besar, di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat rupanya senjata mainan juga cukup disukai. Bahkan kabarnya omzet senjata mainan selama beberapa waktu lalu mengalami peningkatan.

“Biasanya kami hanya mampu mendapatkan penjualan sebesar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per hari, tapi sejak Lebaran omzet kami meningkat menjadi Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per hari,” ungkap Darwis, seorang warga Kutapadang, Kecamatan Johan Pahlawan, seperti dilansir Antara.

Darwis mengaku menjual senjata-senjata mainan tersebut dengan harga yang beragam. Misalnya untuk jenis pistol dipasarkan seharga Rp25 ribu per unit. Sementara itu, untuk senjata mainan yang ukurannya sedang harganya antara Rp40 ribu dan Rp50 ribu per unit. Sedangkan senjata mainan yang berukuran besar dijual seharga Rp75 ribu sampai Rp100 ribu per unit.

Mainan-mainan tersebut Darwis beli dari Medan, Sumatera Utara kemudian dijual di Aceh Barat bersama para pedagang lain. Darwis rupanya telah berjualan senjata mainan dari tahun 2006 sampai sekarang karena dianggap sangat menjanjikan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Pasalnya banyak anak-anak Aceh yang senang bermain perang-perangan dengan teman-temannya. “Alhamdulillah, pendapatan dari menjual mainan ini benar-benar sangat membantu ekonomi keluarga,” tandas Darwis.

Loading...