Meski Hanya Sebagai Pembatas, Harga Sekat Urinoir Ternyata Bisa Sampai Rp1 Jutaan

Sekat Urinoir Toilet - www.dis.or.idSekat Urinoir Toilet - www.dis.or.id

Urusan dan privasi di toilet umum memang menjadi hal yang mutlak. Tak hanya di toilet , di toilet pria pun urusan privasi dan kebersihan ternyata sudah jadi bagi para penggunanya. Setiap urinoir tentunya ingin bisa buang air kecil di urinoir dengan tenang dan juga terjaga privasinya. Tak heran jika kemudian hampir setiap urinoir yang ada di mall, hotel, perkantoran, atau pusat-pusat keramaian biasanya dilengkapi dengan sekat pemisah antar urinoir. Meski tampilannya simpel, nyatanya sekat urinoir yang bermerek bisa mencapai jutaan .

Toto A100 Urinal Partition misalnya, dibanderol dengan harga Rp1,63 juta per buahnya. Sekat urinoir ini memiliki dimensi 760 x 100 x 350 mm dan setiap pembelian sudah dilengkapi dengan sekrup. Lain lagi dengan merk American Standard Urinal Divider DV01UAXXK harganya berkisar Rp785 ribuan dengan 720 x 105 x 336 mm. Ada pula mika sekat pembatas antar urinoir Alpha seharga Rp800 ribu.

Kecanggihan saat ini rupanya membuat sejumlah pengguna toilet justru kesal saat hendak buang air kecil. Bagaimana tidak? Rata-rata toilet sudah bekerja menggunakan sensor yang biasanya akan membaca gerak pengguna. Di urinoir yang sudah canggih bahkan air baru akan keluar apabila pengguna beranjak dari urinoir. Hal itu pula yang kerap menyulitkan beberapa pengguna untuk melakukan istinja.

Selain itu, beberapa urinoir juga tak dilengkapi sekat penutup supaya urine tidak terciprat ke pakaian pengguna yang berpotensi menyebabkan najis. Padahal kini sudah ada mika urine protector yang menutupi urinoir agar urine tidak terciprat ke pakaian. Harga mika urine protector tersebut juga cukup murah, berkisar mulai Rp50 ribuan saja.

“Ini menyusahkan kita istinja, bisa kena najis nanti,” kata Muhammad Murtadho, Peneliti Balitbang Kementerian Agama, seperti dilansir Republika. Hal senada juga dialami oleh Badri, warga Matraman Dalam, Jakarta. Ia mengaku kurang senang dengan beberapa hotel yang kurang ramah terhadap muslim karena hanya menyediakan tisu sebagai alat pembersih. “Kan ada istilah najis, jadi kalau cuma tisu susah menjaga kesucian. Kan harus pakai bahan keras,” bebernya.

Loading...