Harga Rumah di Yogyakarta Makin Melambung, Kepemilikan Properti Makin Sulit Dijangkau

harga rumah di jogja

Bagi Anda yang kini sedang membutuhkan tempat tinggal di kawasan dan sekitarnya, Anda sebaiknya harus menyediakan dana yang cukup besar. Pasalnya, di salah satu daerah istimewa di tersebut saat ini sudah mencapai angka yang gila-gilaan.

Di Giwangan, atau sekitar 6 km dari Malioboro, harga rumah dengan luas bangunan 62 meter persegi dan luas tanah 60 meter persegi sudah mencapai Rp916 jutaan. Sementara, untuk yang lebih besar, yaitu 75/76 meter persegi, sudah menembus angka Rp1,1 miliar.

Masih di Kota Yogyakarta, di kawasan Wirobrajan, rumah tipe 77/82 meter persegi dijual dengan harga Rp1,2 miliar. Adapun rumah tipe 86/126 meter persegi di daerah Sorogenen, ditawarkan di angka Rp1,3 miliar.

Bergeser ke pinggir, di kawasan strategis seperti Jalan Kaliurang, harga rumah tipe 76/176 meter persegi mencapai Rp525 jutaan. Sementara di dekat RS Puri Husada, Jalan Palagan KM 12, rumah tipe 60/120 meter persegi dijual dengan harga Rp565 jutaan. Adapun di Prambanan, rumah dengan tipe 45/100 meter persegi dengan harga lebih murah, yaitu Rp220 jutaan.

Menurut Marketing CV Panji Utama, Rizal Safli, harga perumahan di Yogyakarta saat ini dipengaruhi harga tanah per meter yang cukup tinggi. Ia mencontohkan, harga tanah kosong di Tempel, Sleman (perbatasan Yogyakarta dengan Tengah) sudah mencapai Rp350 ribu per meter persegi.

“Untuk harga beli tanah sendiri biasanya di Sleman pun ada kategori,” jelasnya. “Jadi, ketika lebih dekat dengan kota atau akses ke lebih bagus, harga akan relatif lebih tinggi.”

Dengan harga tanah sebesar itu, ditambahkan Rizal, pihaknya menjual rumah tipe 45 dengan harga sekitar Rp300 jutaan. “Sementara, rumah dengan dua lantai dijual dengan harga Rp950 jutaan, belum termasuk pajak,” tutupnya.

Loading...