Harga Rp800 Ribuan, SMIC ZT-120 Timbangan Multifungsi Ukur Berat dan Tinggi Badan

Harga, timbangan, tinggi, berat, badan, smic, ZT-120, spesifikasi, prosedur, digital, jarum, mekanisme, putaran, laboratorium, rumah sakit, klinik, puskesmas, kg, cm, mengukur,Ilustrasi: mengukur tinggi badan

Tinggi badan dan badan merupakan variabel yang banyak digunakan dalam menentukan status gizi dan status kesehatan seseorang. Dengan melakukan pengukuran variabel tersebut dengan benar akan dapat mengurangi bias/error yang dihasilkan. Terkadang seorang individu bisa saja melakukan kesalahan interpretasi maupun diagnosis apabila data yang digunakan tidak diambil dengan cara yang benar.

Untuk bisa mengetahui tinggi dan berat badan seseorang, dibutuhkan satu penimbang ataupun pengukur. SMIC ZT-120 adalah timbangan badan untuk anak dan dewasa, yang selain mampu untuk menimbang berat badan hingga 120 kg, juga dapat mengukur tinggi badan hingga 190 cm. Selain untuk menimbang manusia, SMIC ZT-120 juga dapat digunakan untuk menimbang barang. Timbangan merek ini sudah banyak dipakai sebagai timbangan di laboratorium kesehatan di rumah sakit, puskesmas, klinik, dan pusat kesehatan lainnya.

Penunjuk berat badan berupa mekanisme putaran jarum. Harga timbangan badan dan pengukur tinggi badan SMCI ZT-120 berkisar antara Rp600 ribuan hingga Rp850 ribuan. Adapun dari ini adalah Kemenkes RI AKL 10901615185, rentang pengukuran berat sebesar 0 hingga 120 kg, kenaikan berat per 0.5 kg, rentang pengukuran tinggi mulai 70cm hingga 190 cm, kenaikan tinggi per 0.5 cm, serta pijakan timbangan adalah 38.5 x 28 cm dan dimensi sekitar 90 x 35 x 30.5 cm.

Berbicara tentang produk pengukur berat dan tinggi badan, Agus Awidya, salah seorang mahasiswa prodi S1 atau Rekayasa Komputer Institut dan Informatika Stikom Surabaya membuat solusi Alat Pengukur dan Pencatat Tinggi dan Berat Bayi Otomatis dalam Tugas Akhir-nya.

Agus ingin membuat alat sederhana dan bermanfaat. Pilihan membuat alat pengukur berat badan ideal pada anak ini muncul setelah ia melihat salah satu temannya bekerja sebagai bidan kesulitan mengukur berat ideal anak usia tiga hingga lima tahun.”Anak usia itu aktif sekali, jadi sangat susah untuk bisa diukur secara akurat,” urai alumnus SMAN 7 Denpasar ini kepada Surya.

Ia kemudian mengembangkan hasil penelitian kakak tingkatnya dalam memanfaatkan sistem berbasis Arduino Uno untuk mengolah data. “Satu kali kerja, alat ini bisa langsung mengetahui berat sekaligus tinggi badannya,” pungkasnya.

Hanya dengan meletakkan balita di atas timbangan, lanjut Agus, alat ini dapat merekam hasil berat dan tinggi badan, kemudian hasilnya akan muncul dan tersimpan secara otomatis melalui Android. Secara keseluruhan alat untuk menerima dan menampilkan data dari sistem pengukuran berat dan tinggi balita dapat berjalan dengan baik tanpa error.

“Jadi menggunakan Arduino Uno, berat badan dan tinggi balita dalam posisi tidur akan diukur dan dikonversikan,” tambahnya.

Hasil konversi ini kemudian akan ditampilkan pada screen dan bisa disimpan menggunakan bluetooth ke dalam Android. “Sistem yang sama pernah dipakai angkatan 2011. Hanya penimbangan waktu itu belum stabil dan terbatas pada bayi yang sudah bisa berdiri,” ujarnya.

Ia berharap penelitiannya mampu menutupi kekurangan penelitian sebelumnya. Tugas akhir yang disusunnya selama setahun ini, kata Agus, mengalami banyak revisi dalam kalibrasi berat. Karena sensor berat yang berbeda dan referensi yang sesuai masih terbatas.

Loading...