Harga Rp1.800 per Kg, Alokasi Pupuk Urea Bersubsidi Kian Meningkat

Harga, pupuk, urea, per, kg, subsidi, karung, kcl, phonska, sak, kualitas, petani, gapoktan, 50, kilogram, alokasi,Ilustrasi: penggunaan pupuk urea oleh petani (psnexim.com)

Di tahun 2018 ini, alokasi Urea bersubisidi di beberapa wilayah di Indonesia dipastikan meningkat dibandingkan dengan tahun 2017 lalu. Di Bali saja, jumlah alokasi per tahun 2017 lalu sebesar 37.138 ton naik menjadi 43.010 ton pada tahun ini. Sementara di Bantul, Jawa Tengah, untuk tahun ini mencapai 27.808 ton. Jumlah ini meningkat 3.520 ton dibandingkan alokasi dari tahun sebelumnya.

Meningkatnya luasan tanam disebut-sebut menjadi salah satu dasar meningkatnya kuota pupuk urea bersubsidi. Pada tahun ini, kemungkinan luas tanam di Provinsi Bali mengalami peningkatan dan itu kemudian menjadi acuan untuk peningkatan alokasi pupuk urea bersubsidi.

Muhammad Yusri, Manager Pemasaran PSO I Pupuk Kaltim, mengatakan bahwa tahun ini kemungkinan luas tanam di Provinsi Bali mengalami peningkatan dan itu kemudian menjadi acuan untuk peningkatan alokasi pupuk urea bersubsidi tahun ini. Namun, pihaknya menambahkan alokasi tersebut tidak menutup kemungkinan untuk ditambah atau dikurangi. “Penambahan maupun pengurangan pupuk bersubsidi tersebut, tentunya disesuaikan dengan mekanisme yang ada,” jelasnya.

Khusus untuk penyaluran pupuk urea bersubsidi terbanyak disalurkan ke Kabupaten Tabanan, itu seiring dengan tingginya luasan tanam di kabupaten tersebut. Kebutuhan pupuk urea bersubsidi diakuinya relatif aman dan penyalurannya terkendali dengan menyasar ke kalangan sesuai dengan kebutuhan yang diminta.

Sementara itu, Dinas , Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul mengalokasikan pupuk tersebut sesuai dengan SK Kepala Dinas Pangan Kelautan dan Perikanan Kab.Bantul No.220/DPPKP/Kep/Btl/XII/2017. Kasi Pupuk, Pestisida dan Alsintan Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul Sri Supadmi menjelaskan berdasarkan keputusan tertanggal 29 Desember itu maka pupuk tahun ini jumlahnya lebih baik.

“Alokasi pupuk ini berdasarkan kebutuhan semua Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani),” katanya kepada Harianjogja.com. Besaran tersebut disesuaikan dengan hasil penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) pupuk bersubsidi 2018 dari semua gabungan kelompok tani di Bantul.

Jumlah alokasi tersebut terdiri dari jenis pupuk urea sebesar 11.410 ton, pupuk SP 36 1.175 ton, pupuk ZA 3.312 ton, pupuk NPK Phonska 7.228 ton dan pupuk Petroganik 4.683 ton. Sedangkan untuk alokasi di 2017 lalu, jumlahnya lebih sedikit yakni sebesar 24.288 ton. pendistribusiannya pupuk bersubsidi tersebut diserahkan pada Dinas Bantul, guna mencegah terjadinya kebocoran distribusi pupuk agar tidak disalahgunakan.

Saat ini, jenis pupuk Urea bersubsidi dihargai Rp1.800 per kilogram dan untuk kemasan karung 50 kg dijual Rp90.000, lalu pupuk SP 36 seharga Rp2000 per kg sedangkan untuk kemasan sak 50 kg dijual Rp100.000. Kemudian pupuk ZA Rp 1.400 per kg, adapun kemasan 50 Kg dijual seharga Rp70.000. Selanjutnya Pupuk NPK dijual dengan Rp2.300 per kg, untuk kemasan 50 kg dijual Rp 115.000. Terakhir pupuk seharga Rp500 per kg.

Loading...