Harga Rp 9 Ribuan, Sabun Cair Lifebuoy 100ml Diklaim Lindungi Kulit dari Kuman

Sabun Cair - www.vemale.comSabun Cair - www.vemale.com

Lifebuoy termasuk merek sabun mandi anti bakteri besutan Unilever yang memimpin . Lifebuoy memiliki berbagai mulai dari sabun mandi batangan, sabun cair, hingga shampoo. Jika dulu Indonesia lebih menyukai sabun mandi batangan karena harganya dianggap lebih murah, maka saat ini peminat sabun cair pun tak kalah banyaknya.

Produk sabun cair Lifebuoy terdiri dari berbagai , yakni Total 10, Mild Care, Cool Fresh, Nature Pure, dan Lemon Fresh. sabun cair Lifebuoy 100ml di Indomaret dan Alfamart dijual sekitar Rp 9.900 per botol. Selain sabun cairan biasa, ada pula produk sabun terbaru Lifebuoy bernama Shower Gel Clini Shield 10 isi 100 ml yang dengan harga Rp 20.200 per tube.

“Selama ini kontribusi penjualan sabun batang lebih mendominasi, sedangkan proyeksi (kami) penjualan sabun cair akan lebih tinggi. Namun kontribusinya tetap masih lebih kecil dibandingkan sabun batang. Dari kami sendiri juga sudah melihat adanya perubahan dari orang yang memakai sabun batang menjadi sabun cair, atau ada juga yang memakai dua-duanya. Sabun cair kan harganya lebih mahal daripada sabun batang, tapi dengan adanya peningkatan jumlah kelas menengah di Indonesia, penjualan (sabun cair) juga meningkat seiring itu,” kata Maria Adina Tontey, Senior Brand Manager Lifebuoy, seperti dilansir Swa.

Seperti diketahui, Lifebuoy selama ini mengunggulkan produk-produk anti bakteri yang diklaim mampu melindungi dari kuman. Sabun cair Lifebuoy misalnya, diklaim memiliki kelebihan dari segi kandungan bahan baku ActivSilver Formula dengan timol aktif yang berfungsi sebagai antiseptik alami.

Rata-rata produk sabun antibakteri sendiri biasanya memiliki kandungan bahan aktif seperti triclosan dan triclocarban. Namun beberapa waktu lalu Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat mengeluarkan larangan menjual sabun anti bakteri yang mengandung triclosan dan triclocarban. Larangan ini berdasarkan alasan bahwa FDA tak menemukan manfaat dari pemakaian sabun anti bakteri. Justru sebaliknya, penggunaan sabun tersebut dalam jangka panjang justru disebut-sebut berbahaya karena membuat bakteri kebal dan mempengaruhi perubahan hormon.

“Perusahaan tidak bisa menunjukkan bahwa bahan-bahan tersebut aman untuk penggunaan sehari-hari dalam jangka panjang. Konsumen boleh berpikir sabun antibakterial lebih efektif membunuh kuman, tetapi kami tidak memiliki bukti ilmiah yang menyatakan demikian,” kata Direktur Pusat Evaluasi dan Penelitian FDA Janet Woodcock. Meski demikian, keputusan kembali lagi ke tangan konsumen. Mereka yang paling berhak untuk memilih produk seperti apa yang paling cocok digunakan.

Loading...