Harga Rp 2 Ribuan, Richeese Nabati Kemasan Ekonomis Jadi Pilihan Cemilan Praktis

Richeese Nabati - www.tokopedia.comRicheese Nabati - www.tokopedia.com

snack dan biskuit yang telah diproduksi oleh PT Kaldu Sari Nabati saat ini ada banyak macamnya. Ada beberapa brand yang telah mendapat tempat di hati para di , antara lain Richeese Nabati Wafer, Richoco, Nabati Ahh, Bisvit, Selimut, Hansel, Nextar, Nabati Pasta, Nabati Rolls, Nabati Siip, hingga yang terbaru ada Vervet. -produk Nabati umumnya dengan yang ekonomis dan tersedia dalam berbagai pilihan kemasan.

Sebagai , Richeese Nabati yang merupakan produk wafer renyah dan ringan dengan krim keju yang sangat terasa diklaim sebagai makanan ringan yang sehat karena mengandung A, B1, B2, B6, dan B12 yang cocok dinikmati kapan saja. Selain Nabati Richeese rasa keju, ada juga  beberapa varian rasa lain seperti Coklat (Richoco), Vanilla (Richoco White), dan Pink Lava.

Wafer Richeese Nabati tersedia dalam berbagai pilihan kemasan, mulai dari kemasan ekonomis isi 50 gram, kemasan 75 gr, 145 gram, hingga kemasan kaleng isi 350gr. Harga Richeese Nabati kemasan ekonomis cukup murah, biasanya dijual antara Rp 2.000-2.500 per bungkus. Produk Richeese Nabati kemasan ekonomis banyak dijual di toko-toko kelontong, swalayan, maupun minimarket seperti Indomaret dan Alfamart.

Karena menjadi salah satu produk yang cukup diminati di , PT Kaldu Sari Nabati pun berencana untuk mengembangkan pabrik baru di Probolinggo, Jawa Timur. Pembangunan pabrik baru tersebut sampai saat ini masih dalam tahap persiapan. Rencana pengembangan pabrik baru sebenarnya telah digagas dari tahun 2015 lalu namun hingga kini masih belum diungkapkan seperti apa progresnya.

“Pabrik di Probolinggo belum kami bangun,” kata Christian Sitepu, Head of Operational Manufacturing PT Kaldu Sari Nabati, bulan April 2018 lalu, seperti dilansir Kontan. Untuk memenuhi kapasitas produksi, PT Kaldu Sari Nabati masih memanfaatkan 2 pabrik miliknya di Sumedang dan Rancaekek.

Pemilik brand Richeese ini sebelumnya mengungkapkan rencana untuk membangun 2 pabrik lagi, yakni di Probolinggo, dan di daerah Bandung, Jawa Barat. Adapun pembangunan satu pabrik baru membutuhkan dana mencapai Rp 3-3,5 triliun. Jadi total investasi yang dibutuhkan untuk membangun 2 pabrik baru mencapai Rp 6-7 triliun.

Kapasitas produksi Sari Kaldu Nabati hingga 2015 mencapai 130 ton biskuit per hari. Selain dipasarkan untuk domestik, produk-produk Sari Kaldu Nabati juga diekspor ke beberapa negara seperti China, Vietnam, Filipina, Malaysia, India, dan masih banyak lagi.

Loading...