Mudah Ditemukan, Segini Harga Roti Tawar Mr Bread

Ilustrasi : Roti Tawar - www.tokopedia.com

JAKARTA – Selain nasi, banyak orang yang saat ini lebih memilih sarapan menggunakan tawar. Biasanya, tawar untuk sarapan ini di-toast atau diisi dengan selai cokelat, selai kacang, atau mentega. Di sendiri, sudah ada beragam merk tawar yang dapat Anda pilih, salah satunya Mr Bread, yang dijual dengan yang cukup terjangkau.

Tidak sulit menemukan roti tawar keluaran Mr. Bread, karena ini sudah dijual bebas di pasaran dan Anda bisa membelinya di swalayan atau . Roti Tawar Choco Chips isi 4 buah misalnya, dijual dengan harga Rp7 ribuan, sedangkan harga Mr. Bread Roti Tawar 350 gram sekitar Rp12.500, harga Mr. Bread Roti Tawar Classic berkisar Rp14 ribuan, dan harga untuk Mr. Bread Roti Tawar Gandum isi 8 buah, Mr. Bread Roti Tawar Choco Chips, serta Mr. Bread Roti Tawar Kupas masing-masing Rp15 ribuan.

Mr. Bread sendiri sekarang telah menjadi salah satu merk yang menggoncang eksistensi Sari Roti dalam pemasaran roti tawar. Brand ini menawarkan harga yang lebih kompetitif dibandingkan kompetitor. Pada tahun 2018 lalu misalnya, harga roti sandwich Mr. Bread yang diproduksi Indoroti Prima Cemerlang berkisar Rp4.500 dengan 50 gram, sama dengan produk roti sandwich Sari Roti dengan bobot 46 gram.

Lalu, apakah mengonsumsi roti tawar baik untuk kesehatan tubuh Anda? Dilansir JPNN, sebuah riset di Spanyol pada tahun 2014 lalu menemukan bahwa konsumsi roti tawar putih membuat orang lebih mungkin menjadi gemuk dan obesitas dibandingkan dengan konsumsi roti gandum. Meski demikian, penelitian tersebut tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat yang jelas.

Sementara itu, menurut ahli bernama Graeme Tomlinson, tidak perlu menjauhi roti putih ketika Anda sedang diet. Pasalnya, dari segi energi, tidak ada perbedaan signifikan antara roti tawar putih dengan roti gandum. Meski jumlahnya seratnya lebih sedikit, roti tawar tidak perlu ditakuti karena yang berbahaya adalah pendampingnya, seperti selai manis, jelly, atau mentega.

“Meskipun tampaknya tidak signifikan, mentega menjadi faktor yang hampir menggandakan nilai kalori dari roti yang kita konsumsi,” ujar Tomlinson, seperti disalin dari Kompas. “Kelebihan kalori dari waktu ke waktu ini yang menyebabkan kenaikan berat badan, bukan roti. Jadi, mengklaim roti sebagai masalah sama artinya dengan menghancurkan variabel yang sangat kecil.”

Loading...