Punya Aroma Khas, Segini Harga Rebung di Pasaran Saat Ini

Jenis Sayuran RebungJenis Sayuran Rebung

JAKARTA/TABANAN – Rebung menjadi salah satu jenis yang menjadi masyarakat. Punya tekstur yang renyah serta khas, sayuran tersebut memang cocok untuk lidah orang Indonesia. Di pasaran sendiri, rebung biasanya dijual dalam 500 gram, 1 kg, atau 2 kg, dengan mulai belasan hingga puluhan ribu rupiah.

Tidak sulit mendapatkan sayuran rebung. Anda bisa menemukan sayuran ini di sejumlah pasar tradisional, bahkan via jual beli online. Untuk ukuran 500 gram, biasanya dijual Rp14 ribuan hingga Rp21 ribuan, namun ada juga yang menjualnya dengan banderol Rp30 ribuan untuk rebung bambu kuning. Sementara, ukuran 1 kg harganya berkisar Rp35 ribuan hingga Rp60 ribuan, sedangkan ukuran 2 kg yang sudah bersih ditawarkan dengan harga Rp80 ribuan.

Selain disantap sebagai sayuran, rebung ternyata memiliki banyak untuk kesehatan. Dilansir dari Pikiran Rakyat, sayuran yang juga kerap dijadikan isian lumpia ini dikatakan punya kandungan pati tinggi, kalium, protein, antioksidan, A, E, B6, dan zat besi. Selain itu, rebung juga rendah lemak dan kalori, sehingga bermanfaat untuk mengurangi kolesterol jahat, mencegah penyakit jantung, menurunkan berat badan, melawan kanker, hingga mencegah diabetes dan meringankan sembelit.

Agar memiliki nilai jual lebih tinggi, sejumlah upaya dilakukan oleh banyak petani. Kelompok Kuliner Pawon Bali di Tabanan misalnya, rebung diolah dengan mesin pengolah khusus bantuan dari Pemkab Tabanan lewat Dinas dan Perindustrian Tabanan. Rebung tersebut dikemas saat mulai tumbuh, diolah tanpa bahan pengawet.

“Rebung yang diolah tersebut murni tanpa bahan pengawet. Setelah diolah, kemudian dikemas, rebung lalu dimasukkan ke mesin pendingin dengan temperatur khusus. Rebung ini memiliki daya tahan hingga 10 bulan,” papar Perbekel Desa Padangan, I Wayan Wardita, dilansir Nusa Bali. “Dalam produksi, kondisinya harus benar-benar bersih, jangan sampai ada bau kurang baik dari lingkungan, karena rebung sensitif menarik bau sehingga mempengaruhi kualitas.”

Loading...