Harga Ratusan Ribu hingga Jutaan Rupiah, Alat Penguat Sinyal HP Eksternal Ilegal?

Repeater GSM 900MHZ - www.tokopedia.com

Sinyal handphone yang buruk merupakan salah satu hal yang sangat menjengkelkan, terutama ketika Anda harus berkomunikasi dengan rekan di kejauhan untuk urusan penting. Untuk membantu mengatasi masalah ini, beberapa meluncurkan penguat sinyal HP eksternal yang ditawarkan dengan mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah, meski pemakaiannya dikabarkan ilegal.

Salah satu toko menawarkan alat penguat sinyal HP berbentuk antena yang mendukung 12 dB signal dan diklaim akan langsung terkoneksi dengan HP. Didesain dengan holder untuk meletakkan HP konsumen untuk dihubungkan ke antena, ini di kisaran harga Rp259 ribuan. “Penguat sinyal ini dilengkapi dengan rubber suction agar bisa ditempelkan pada meja atau tembok,” tulis penjual.

Produk sejenis yang ditawarkan di salah satu situs jual beli adalah antena log periodic yang banyak dipakai sebagai antena outdoor penguat sinyal, karena diklaim memiliki batas frekuensi yang lebar. Dengan harga sekitar Rp500 ribuan, antena ini memiliki wide band 800 MHz sampai dengan 2.500 MHz, khususnya pada jaringan 4G LTE, 2G/3G, dan CDMA.

“Pada kondisi tertentu, antena ini dapat memperbaiki karakteristik cakupan dan memaksimalkan koneksi, serta dirancang anti-air dengan UV protection sehingga cocok untuk segala kondisi,” klaim penjual. “Bracket dapat diatur sesuai dengan sudut kemiringan, dan mounting atau klem pipa untuk tiang diameter 3,5 cm sampai 5 cm.”

Produk lainnya adalah wireless repeater booster dual band GSM/3G/HSDPA yang diklaim mampu meng-cover area 500 meter persegi hingga 1.000 meter persegi. Ini adalah alat penguat sinyal untuk jaringan GSM dan 3G, yang bisa dimanfaatkan untuk telepon, SMS, maupun chatting. Ditawarkan dengan harga sekitar Rp3,35 jutaan, alat tersebut diklaim cocok digunakan di rumah, ruko, , toko, kantor, maupun villa di pedesaan.

Sayangnya, meski banyak dijual bebas, namun penggunaan alat penguat sinyal HP ternyata dilarang oleh Kemenkominfo. Pasalnya, alat yang biasa dinamakan repeater ini dikatakan bukan solusi agar bisa mendapatkan sinyal untuk handphone agar lebih maksimal. Sebaliknya, dengan adanya repeater, justru menghilangkan sinyal telepon. Dilansir dari Merdeka.com, penggunaan repeater dapat dikenai pidana enam tahun dan denda Rp600 juta.

Loading...