Harga Premium Turun, Rupiah Kembali Menguat di Awal Dagang

Jakarta – Rupiah mengawali perdagangan hari ini, Kamis (29/9) dengan penguatan tipis sebesar 0,08 persen atau 10 poin ke level Rp 12.947 per dolar AS. Sedangkan sebelumnya rupiah berakhir melemah 2 poin atau 0,02 persen ke posisi Rp 12.957 per dolar AS usai diperdagangkan pada rentang angka Rp 12.906 hingga Rp 12.959 per dolar AS.

Menurut prediksi Samuel Sekuritas, mata uang Garuda hari ini masih berpotensi untuk menguat walaupun pergerakannya sedikit terbatas.

Ekonom Samuel Sekuritas , Rangga Cipta menuturkan bahwa anggota OPEC telah memutuskan untuk menurunkan sedikit produksi minyak. Tetapi pengurangan produksi tersebut berhasil menguatkan minyak mentah sebesar 6% sampai pada dini hari tadi.

Sementara itu, kekuatan dolar AS diprediksi akan kembali tak berdaya melawan hari ini. Para pelaku akan kembali terfokus pada rilis data revisi Amerika Serikat nanti malam yang diperkirakan membaik.

Penguatan tertahan usai berhasil menembus Rp 13.000. Meski demikian, sentimen yang mendukung penguatan rupiah masih terus berjalan. Terutama usai penurunan harga bakar jenis premium hingga Rp 300 per liter, di mana pasar berharap nilai akan turun.

“Uang tebusan tax amnesty yang sudah 50% dari target masih jaga optimisme, walaupun dilaporkan pendapatan cukai hingga 16 September 2016 hanya 54% dari target. Rupiah berpeluang menguat pada hari ini,” ungkapnya.

Loading...