Harga per Lusin Terjangkau, Piring Kaca Tersedia dalam Berbagai Model

Piring Kaca - www.bukalapak.comPiring Kaca - www.bukalapak.com

Memilih peralatan bagi sebagian orang mungkin adalah hal yang biasa. Tetapi jika salah dalam memilih bahan untuk sendok, garpu, atau piring sehari-hari, bukan tidak mungkin jika hal itu justru menimbulkan yang berbahaya bagi . Bahan atau yang lebih disarankan untuk digunakan sebagai alat makan biasanya yang terbuat dari kaca (beling) atau keramik. Harga piring berbahan kaca sendiri , tergantung jenis dan ukurannya.

Di pasaran harga piring kaca per 1 lusin (isi 12 pcs) mulai dari Rp44 ribuan hingga Rp63 ribuan. Biasanya jika bahannya semakin tebal dan ukurannya semakin besar, maka harga piring kaca tersebut akan dibanderol semakin mahal pula. Piring berbahan kaca yang tersedia di pasaran ada beragam, mulai yang polos, bermotif, berwarna bening, hingga yang memiliki -warna tertentu.

Nah, keberadaan piring makan dengan bahan yang aman tentunya sangat dibutuhkan. Apalagi jika Anda termasuk orang yang senang membeli makanan bungkusan di luar. Makanan yang dibungkus dengan kertas bungkus coklat sebaiknya segera dipindahkan ke piring biasa agar tidak ada zat-zat berbahaya yang berpindah ke makanan.

Menurut sejumlah , dalam kertas pembungkus kabarnya mengandung BPA yang dipercaya berbahaya untuk tubuh. “Kertas berwarna cokelat untuk pembungkus, biasanya bungkus nasi, dilapisi oleh sebuah lapisan supaya tidak mudah bocor. Lapisan itulah yang berbahaya,” kata Dr. rer. nat (doktor ilmu sains) Budiawan, seperti dilansir dari Kompas.

Senyawa yang ada dalam plastik pelapis kertas coklat tersebut adalah Bisphenol A dan Petalite. “Petalite yang membuat plastik tersebut menjadi elastis,” imbuhnya. Kedua senyawa itu sendiri sebenarnya umum ditemukan. Tetapi menurut Dr. Budiawan akan berbahaya jika senyawa-senyawa itu terlepas dari lapisan plastik.

Pelepasan senyawa itu biasanya dipicu dari jenis makanan yang dibungkus. “Senyawa-senyawa tersebut akan dilepaskan jika makanan yang dibungkus bersuhu panas, bersifat asam, atau berlemak,” ungkapnya.

Dampak buruk yang dirasakan oleh tubuh jika terpapar senyawa berbahaya itu memang tidak secara langsung. Biasanya butuh waktu antara 5-20 tahun jika bungkus coklat itu digunakan secara rutin. “Efek pada kesehatan memang jangka panjang. Efek kronisnya bisa menghambat kesuburan, bersifat karsinogenik (kanker), dan mutagenik (perubahan-perubahan pada gen manusia),” tandasnya.

Loading...