Harga Pasang Tergantung Finishing, Rangka Kayu Masih Diminati Sebagai Plafon Rumah

Rangka Kayu Plafon Rumah - kojahan.blogspot.co.idRangka Kayu Plafon Rumah - kojahan.blogspot.co.id

Membangun sebuah hunian memang perlu pertimbangan yang matang, baik dari segi maupun pemilihan pembangunnya. Saat ini sebenarnya sudah banyak yang bisa digunakan sebagai pembangun plafon, mulai dari rangka , GRC board, besi hollow, hingga gypsum. Masing-masing bahan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri.

Untuk plafon , rangka kayu kaso banyak dipakai karena dinilai mudah dari segi pemasangannya. Kayu untuk plafon ada bermacam-macam, mulai dari meranti, borneo, kamper, hingga jati. kayu untuk plafon bervariasi, tergantung dan bahannya.

Sebagai informasi harga plafon kayu merbau ukuran 1,2 x 8,5 x 150 cm sekitar Rp 320 ribuan per meter persegi, plafon kayu keruing ukuran 1,2 x 8 x 100 cm Rp 260 ribuan per meter persegi, plafon kayu bengkirai 1,8 x 13,5 x 210-330 cm Rp 320 ribuan per meter persegi, dan plafon kayu sungkai ukuran 1,2 x 9 x 155 atau 200 cm sekitar Rp 290 ribuan per meter persegi.

Sedangkan harga pasang plafon rangka kayu menggunakan bahan finishing latsur exterior Rp 130 ribuan per meter persegi, dan jika memakai bahan melamine standar impra dengan sprayer dikenai biaya Rp 200 ribuan per meter persegi.

Plafon dari rangka kayu menawarkan sejumlah kelebihan yang menjadikannya begitu bagi masyarakat Indonesia. “Salah satunya adalah cukup mudah ditemukan di sejumlah toko bangunan. Materialnya yang tidak terlalu berat membuat ongkos kirim kayu bisa ditekan,” demikian seperti dilansir Kumparan.

Memasang plafon dari rangka kayu juga tidak membutuhkan terlalu banyak tenaga tukang. Bobotnya yang relatif ringan membuat material ini bisa digotong oleh 2 orang saja untuk sekali jalan. Pengaplikasian kayu kaso pun cukup mudah, hanya membutuhkan palu dan paku untuk membangunnya menjadi sebuah penopang plafon dan dasar pengecoran.

Namun sayang, dari segi harga rupanya kayu kayo terus melambung dari waktu ke waktu karena kenaikan harga bahan bakunya. Kayu-kayu yang diolah untuk menjadi plafon makin langka karena kegiatan penebangan pohon pun semakin masif. Oleh sebab itu kini mulai banyak yang beralih ke material lain seperti triplek atau besi hollow. Besi hollow terkenal lebih murah dan unggul karena memiliki sifat anti rayap dan tak mudah lapuk seperti kayu.

Loading...