Berfungsi Atasi Masalah Obesitas, Berapa Harga Orlistat Generik?

Ilustrasi : Seseorang mengalami obesitas

Orang-orang yang mengalami masalah berat badan berlebih atau obesitas terkadang bukan hanya diminta menjalani hidup sehat, tetapi juga mengonsumsi -obatan tertentu yang memiliki nama generik Orlistat. Orlistat sendiri berfungsi untuk menurunkan berat badan pada orang-orang obesitas dan menurunkan risiko naiknya berat badan kembali. Orlistat tersedia dalam berbagai dagang dan dijual di apotik dengan harga yang variatif.

Sebagai contoh, Orlistat dalam merk dagang Obeslim dijual dengan harga Rp12.038 per di K24, kemudian ada juga merek Vistat 120 mg Cap seharga Rp11.492 per , dan Xenical 120mg yang harganya dibanderol Rp14.760 per . Di toko obat lainnya pun menjual merek-merek seperti Slimax seharga Rp240 ribu per box, Aslene Rp250 ribu per 1 box isi 3 strip, hingga Thincal isi 84 kapsul yang harganya mencapai Rp650 ribu. Sejauh ini di pasaran lebih banyak menawarkan Orlistat dalam wujud obat paten dibandingkan obat generik.

“Orlistat bekerja dengan cara menghambat enzim pemecah lemak, sehingga lemak tidak dapat dicerna dan diserap oleh . Dengan begitu, lemak yang dikonsumsi akan dibuang dan berat badan diharapkan akan berkurang. Orlistat hanya boleh digunakan sesuai dokter,” demikian seperti dilansir dari Alodokter.

Orlistat pun umumnya hanya direkomendasikan untuk penderita obesitas yang mempunyai nilai indeks massa tubuh (IMT) 27 kg/m2 atau lebih, dengan dosis antara 60-120 mg, 3 kali sehari tiap waktu makan. Saat mengonsumsi Orlistat, pengguna kemungkinan akan merasakan beberapa efek samping seperti tinja yang berlemak, perut kembung, inkontinensia tinja, timbul bercak minyak di pakaian dalam, hingga tiba-tiba merasa mulas dan muncul dorongan untuk BAB (buang air besar).

Ahli gizi dan olahraga, Jansen Ongko Msc, RD mengingatkan bahwa konsumsi obat pelangsing bisa memengaruhi proses metabolisme tubuh. Pasalnya, tubuh membutuhkan untuk menghasilkan kalori. Tetapi, ketika mengonsumsi obat pelangsing maka salah satu kandungannya dapat membuat proses metabolisme tidak terkontrol. “Organ-organ tertentu seperti ginjal, jantung maupun hati akan menolak adanya obat tersebut dan mengalami kerusakan karena bekerja terlalu keras,” ucapnya, seperti dilansir Detik.

Loading...