Diklaim Bebas CFC, Harga Obat Asma Inhaler Berotec Lebih dari Rp200 Ribu

Obat Asma Inhaler Berotec - (Youtube: Widiya Permata Sari)Obat Asma Inhaler Berotec - (Youtube: Widiya Permata Sari)

Sejak beberapa tahun lalu, obat hirup atau inhaler sudah dilarang menggunakan zat chlorofluorocarbons (CFC). Tak heran jika kemudian harga obat hirup dirasa semakin mahal, khususnya di Amerika Serikat. Di Indonesia sendiri setidaknya ada salah satu obat yang diklaim tanpa CFC, yakni Berotec. Harga Berotec pun relatif mahal di apotik.

Di Apotek K24 misalnya, Berotec Free CFC 100 mg/puff aerosol 10 ml dengan harga Rp289.445, sedangkan Berotec 0,1% Solution 50 ml harganya Rp419.508 per botol. Obat ini digunakan untuk meringankan gejala-gejala asma dengan cepat pada saat serangan asma berlangsung serta diklaim mampu mengobati Paru Obstruktif Kronik (PPOK).

Berotec juga mengandung zat aktif Fenoterol HBr yaitu obat golongan bronkodilator (agonis selektif beta-2 adrenergik) yang bekerja dengan cara melemaskan otot-otot di sekitar saluran yang menyempit supaya oksigen dapat mengalir lebih lancar menuju paru-paru. Obat hirup ini digunakan dengan dosis 3 kali sehari 1-2 sedot/dosis tunggal untuk dan anak-anak di atas 6 tahun.

Sementara itu, sejak adanya larangan obat hirup albuterol di AS, kabarnya harga inhaler terus naik dan membuat pemakainya menurun. Inhaler albuterol generik kabarnya mengandung CFC yang dilarang, sehingga kini diganti dengan inhaler yang memakai hydrofluoroalkane (HFA) dengan harga lebih mahal. Pemakaian CFC secara bertahap mulai dihapus sejak tahun 1987 silam karena dapat menguras lapisan ozon. Akan tetapi, hingga 2005 badan administrasi makanan dan minuman AS (Food and Drug Administration/FDA) menyatakan bahwa obat inhaler CFC merupakan obat yang sangat penting, sehingga pemakaiannya pun dibebaskan.

Alhasil sejak 2005 inhaler CFC albuterol tak lagi diproduksi. Sedangkan obat aktif di dalam inhaler HFA sama persis. “Hanya, propelan-nya (bahan pembakar) berubah,” kata Rita F. Redberg, profesor dari Universitas California, San Francisco, seperti dilansir Reuters melalui CNN Indonesia. “Inhaler yang diganti memiliki manfaat minimal atau tidak ada sama sekali terhadap lingkungan, tetapi memiliki manfaat besar untuk perusahaan farmasi,” imbuh Redberg.

Loading...