Terkenal Lewat Menu Ayam Bakar, Harga Nasi Kotak Primarasa Mulai Puluhan Ribu Rupiah

Menu nasi kotak Primasara (facebook: Primarasa Resto)Menu nasi kotak Primasara (facebook: Primarasa Resto)

Jika membahas soal bakar, pikiran beberapa orang mungkin akan langsung tertuju ke ternama Bakar Primarasa. Restoran keluarga ini memiliki beberapa yang terletak di Kota Surabaya, Semarang, hingga Labuan Bajo. Pilihan menu dengan yang beragam menjadikan Ayam Bakar Primarasa Restaurant dicintai para pelanggannya. Tak hanya dimakan di tempat, para pelanggan pun kerap memesan kotak Ayam Bakar Primarasa untuk berbagai keperluan, mulai dari hajatan hingga acara kantor.

Setidaknya terdapat beberapa pilihan paket nasi kotak yang ditawarkan oleh Primarasa, mulai dari paket nasi kotak ayam spesial + pia dengan harga mulai Rp36.250, kemudian nasi kotak cumi hitam spesial seharga Rp40 ribu, nasi kotak ayam spesial Rp31.250, nasi ayam (bakar/goreng) Rp27.500, nasi ayam 1/2 ekor (bakar/goreng) Rp48.750, nasi ayam kampung penyet Rp31.875, 2 kotak nasi gurami (bakar/goreng) + cah kangkung + sambal harganya Rp106.250, 2 kotak nasi bandeng Rp96.250, dan nasi ayam special + kue lumpur Rp37.500 per kotak.

“Primarasa berdiri sejak 1993, dimulai oleh ayah-ibu saya. Mereka generasi pertama, mereka yang start dari awal. Saya sendiri merupakan generasi kedua,” kata owner Ayam Bakar Primarasa Edwin Sugiarto, seperti dilansir CNN .

Primarasa mengaku berupaya untuk selalu memertahankan kualitas. Kabarnya, Ayam Bakar Primarasa sengaja direbus selama beberapa jam sampai mencapai tingkat kematangan yang sempurna dan empuk daging yang pas di lidah. “Menggunakan arang asli dan kualitas ekspor sehingga pembakaran pun bagus. ayamnya cokelat menggoda tanpa gosong dan mengeluarkan bau-bau smokey yang , yang pasti bikin pengin balik lagi,” jelasnya.

Tak hanya ayam saja yang menjadi menu primadona, tetapi sambal di Ayam Bakar Primarasa pun begitu digilai oleh pelanggan. Karena banyaknya terhadap sambal, pihak Primarasa pun membuatkan sambal khas-nya dalam kemasan botol yang dapat dibeli dan mudah untuk dibawa pulang oleh pelanggan. Kemudian, menu non-ayam seperti bandeng pepes pun tak kalah populer di lidah pelanggan.

“Primarasa, kesukaanku tuh yang pepes bandeng. Bandengnya pedesnya pas. Jadi bener-bener nonjok medok gitu ya rasa pedesnya. Terus nggak pakai duri, nggak repot makannya. Jadi enak,” ungkap salah satu pelanggan bernama Frans.

Loading...