Harga Murah & Tahan Busuk, Kayu Dolken Jadi Bahan Pondasi Favorit

Kayu Dolken - www.jualo.com

dolken merupakan salah satu kayu yang banyak dicari orang untuk menghias rumah supaya terlihat natural. Selain menjadi rumah, kayu dolken juga banyak dimanfaatkan untuk penyangga atau pondasi bangunan yang hendak dibangun atau direnovasi, pengganti besi.

Kayu ini bisa ditemukan di kawasan Sulawesi Tenggara, Sumatera, dan juga Kalimantan. Namun penggunaan secara berlebihan dari kayu dolken dapat merusak ekosistem alam. Kota Pontianak sendiri kini sudah mulai melarang pemakaian kayu cerucuk atau anak untuk konstruksi bangunan.

Penggunaan anak pohon tersebut dapat mengancam kelestarian hutan dan . “Bayangkan, berapa puluh ribu batang anak pohon yang ditebang untuk dijadikan kayu cerucuk sebagai konstruksi dalam satu bangunan saja,” ujar Wali Kota Pontianak, Sutarmidji.

Di kawasan Pontianak, kayu cerucuk yang digunakan untuk pondasi biasanya berupa kayu dolken dengan diameter antara 10-20 cm. Kayu dolken banyak dipakai karena tahan pembusukan dari kadar keasaman tanah gambut di wilayah Pontianak.

“Larangan penggunaan kayu cerucuk untuk pondasi beton maupun sebagai sarana untuk pembangunan rumah , rumah maupun bangunan lainnya, agar penebangan anak-anak pohon semakin berkurang sehingga tidak mengancam kelestarian hutan dan lingkungan,” paparnya.

Sebagai informasi, berikut daftar kayu dolken berbagai ukuran:

PanjangDiameterHarga
4 meter4 – 6 cmRp 8.000
6 – 8 cmRp 16.000
8 – 10 cmRp 25.000
10 – 12 cmRp 35.000
12 – 14 cmRp 45.000
14 – 16 cmRp 55.000
5 meter8 – 10 cmRp 35.000
10 – 12 cmRp 45.000
12 – 14 cmRp 55.000
14 – 16 cmRp 65.000
Loading...