Harga Murah, Panel Beton RISHA Usung Sistem Knock Down & Diklaim Tahan Gempa

Panel Beton RISHA - www.rumah.comPanel Beton RISHA - www.rumah.com

Sejak beberapa tahun lalu Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) dan Indocement telah menciptakan rumah bersistem knock down yang dinamakan Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA). Rumah yang diklaim layak huni dan memenuhi Standar Indonesia (SNI) ini terdiri dari beberapa panel beton yang dijual dengan harga relatif terjangkau.

pembangun RISHA terdiri dari P1 yang dijual dengan harga Rp 110 ribu per meter persegi, P2 seharga Rp 100 ribu, P3 Rp 90 ribu, panel dinding Rp 160 ribu, dan panel kusen Rp 50 ribu. Sebagai , untuk rumah tipe 33 di Tanjung Anom total biayanya hanya Rp 47 juta saja. Apabila mengombinasikan panel dinding beton dengan papan gypsum, kabarnya biaya membangun rumah RISHA bisa lebih murah hingga Rp 35 juta.

Teknologi RISHA sendiri adalah terapan hasil Balitbang Kemenpupera yang menggunakan material panel struktur yang fleksibel dan efisien dalam konsumsi bangunan. Pihak Kemenpupera mengklaim jika waktu pembuatan rumah RISHA tipe 36 bisa dihemat hanya dalam kurun waktu 7 hari.

“Teknologi RISHA ini memang didesain lebih simpel dan tahan gempa. Secara harga lebih murah, sekitar Rp 2 sampai Rp 2,5 juta per meternya. Telah diuji coba untuk tahan di gempa kekuatan 7,5 sampai 8 Skala Richter,” kata Muhajirin, peneliti dari Puslitbang Perumahan dan Permukiman Kementerian PUPR, seperti dilansir Bisnis.

Karena teknologinya khusus, maka pembangunan RISHA juga tak bisa sembarangan dan hanya dapat dilakukan orang yang terlatih. Oleh sebab itu Balitbang Kemenpupera rutin melakukan pelatihan pada perusahaan yang berminat membuka aplikator teknologi RISHA.

RISHA menawarkan sejumlah keunggulan seperti proses pembangunan yang cepat, murah, ramah lingkungan, tahan gempa, movable (knock down), ringan, serta dapat dimodifikasi sebagai bangunan kantor, puskesmas, rumah sakit, sekolah, dan sebagainya. “Kalau satu unit (rumah konvensional) butuh tiga bulan satu unit RISHA bisa tiga hari, ini lebih produktif. Dengan tenaga yang sama (dan waktu yang sama) kita bisa hasilkan RISHA lebih banyak. Dengan demikian potensi ekonomisnya besar,” ungkap Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Kemenpupera, Arief Sabaruddin.

Sayang kelemahan pembangunan RISHA hanya terbatas sampai konstruksi bangunan untuk 2 lantai dan desainnya pun tak cukup fleksibel karena memang diperuntukkan bagi rumah sederhana. Hingga kini sudah banyak kontraktor yang menyediakan pembangunan RISHA di berbagai kota. Tercatat ada 67 perusahaan aplikator RISHA di Indonesia seperti CV Bangun Mandiri, Worskhop Jubit , hingga CV Better Solution.

Loading...