Harga Murah Meriah, Kertas Minyak Pembungkus Makanan Berbahaya untuk Kesehatan?

Kertas Minyak Pembungkus Makanan - bogor.tribunnews.comKertas Minyak Pembungkus Makanan - bogor.tribunnews.com

minyak pembungkus yang berwarna coklat hingga kini masih banyak digunakan secara luas di Indonesia oleh banyak penjaja . satu ini dinilai ekonomis dan mampu menahan minyak dengan cukup baik. kertas minyak pembungkus makanan cukup murah, Cap Gajah misalnya, untuk ukuran kecil (25 x 35 cm) dijual mulai Rp 21.500 per pack, sedangkan yang ukuran besar (30 x 40 cm) harganya mulai Rp 25 ribu per bungkus isi 250 lembar.

Selain kertas minyak warna cokelat, ada juga kertas minyak warna putih yang biasa dipakai di -gerai fast food atau resto cepat saji. Dibanding kertas minyak yang coklat, harga kertas minyak putih memang lebih mahal, yakni mencapai Rp 15 ribu isi 100 pcs. Selisih harga yang lebih mahal itu rupanya karena kertas minyak putih diklaim sudah food grade.

Di balik harganya yang murah, ternyata kertas minyak coklat bungkus nasi tersebut kabarnya menyimpan bahaya untuk kesehatan. Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa dalam kertas berlapis plastik tipis tersebut mengandung zat BPA yang berbahaya untuk tubuh. BPA atau bisphenol A merupakan kimia yang kerap dipakai untuk pembuat wadah makanan. Selain untuk wadah dari plastik, itu juga dipakai untuk kertas.

“BPA juga terkandung pada kertas pembungkus makanan dengan tingkat konsentrasi yang sangat tinggi. Dan ternyata bubuk BPA itu digunakan untuk melapisi kertas supaya bisa tahan terhadap panas. Selain pada kertas pembungkus makanan, BPA ternyata juga sering terdapat pada tisu toilet, kertas koran, kertas struk belanja, maupun tiket,” kata Kurunthachalam Kannan, Ph.D., seorang ilmuwan riset di New York State Department of Health, seperti dilansir WebMD.

Sementara itu, Lisman Suryanagara dari Pusat Penelitian Biomaterial Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memperingatkan supaya lebih selektif dan berhati-hati dengan kertas bungkus cokelat atau kertas bungkus yang dibuat dari bahan daur ulang untuk membungkus makanan. “Zat kimia yang terkandung di dalam kertas bungkus tersebut bisa berdampak negatif bagi tubuh. Dan parahnya lagi bisa memicu berbagai penyakit, di antaranya , kelenjar getah bening, gangguan reproduksi hingga mutasi gen,” ujar Lisman.

Loading...