Harga Murah & Berkualitas, Lampion Produksi Malang Diekspor Hingga ke Eropa

Lampion Produksi Malang - finance.detik.com

Lampion biasanya menjadi wajib yang akan menghiasi berbagai perayaan seperti Imlek, Waisak, bahkan saat Tahun Baru. Menjelang momen-momen tertentu biasanya akan lampion akan meningkat drastis.

Hampir setiap di Indonesia memiliki pengrajin yang mampu memproduksi lampion dalam berbagai dengan motif yang indah, misalnya saja seperti pengrajin di Malang. Pengrajin asal Jalan Juanda, Malang bahkan sukses memasarkan lampion mereka ke luar negeri.

Kampung Juanda yang juga disebut sebagai Kampung Lampion memang terkenal akan produksi lampion mereka yang berkualitas. Menurut salah satu pengrajin bernama Muhammad Said, lampion buatannya bahkan sudah diekspor hingga ke Belanda dan Perancis. “Rutin tiap tiga bulan sekali diekspor, bulan depan juga ada pengiriman ke Belanda sebanyak 1.200 buah,” kata Said.

Khusus untuk perayaan Imlek jenis lampion yang banyak dicari biasanya model bola atau kapsul dengan rumbai-rumbai. Lampion berdiameter 40 cm dengan sablon biasanya dijual Rp 47.000 per buah, sedangkan lampion berukuran sama tanpa sablon harganya lebih murah, Rp 35.000 saja per buah. Lampion yang termurah adalah yang ukuran diameternya lebih kecil, yakni 20 cm. Harga lampion 20 cm sekitar Rp 12.500 per buah. Jika desain lampion makin sulit, maka harganya pun akan melambung.

Dari produksi lampion saja Said mengaku dapat meraup pendapatan hingga Rp 40 juta per bulan, terutama saat sedang ramai permintaan. Promosi secara pun dianggap sebagai salah satu langkah yang membuat bisnis lampion ini dikenal hingga ke mancanegara. “Saya jualan , mungkin melalui itu dikenal orang-orang,” tandasnya.

Loading...