Harga Mulai Rp1.500, Produk Oreo Isi 3 Jadi Biskuit Populer

Biskuit Oreo - (Sumber: playbuzz.com)Biskuit Oreo - (Sumber: playbuzz.com)

Berbicara tentang produk biskuit paling populer di dunia, bisa dipastikan nama Oreo masuk di dalamnya. Biskuit hitam dengan olesan krim manis ini mampu memikat banyak orang untuk selalu mengunyahnya. Di sejumlah pusat belanja, produk Oreo tersedia dalam beragam kemasan dan yang relatif terjangkau.

Oreo yang telah dikenal di lebih dari 100 ini mulanya diproduksi oleh Nabisco, dan pertama kali dibuat pada tahun 1912. Salah satu cara populer dalam memakan Oreo adalah dengan mencelupkannya ke dalam susu. Selain untuk di konsumsi sebagai camilan sehari-hari, Oreo juga kerap digunakan untuk baku makanan lain, misalnya milkshake dan es krim Oreo.

Di Indonesia, Oreo diproduksi oleh PT Mondelez Indonesia Facturing (dulu PT Nabisco Indonesia sebelum tahun 2008 dan PT Kraft Indonesia sebelum tahun 2013). Mondelez International merupakan produsen minuman dan makanan terbesar kedua di dunia, setelah Nestle. Sejak 1 Oktober 2012, Mondelez International memiliki kantor pusat di Northfield, Chicago, Illinois, USA.

Terdapat beragam rasa yang diciptakan untuk menikmati biskuit ini, mulai dari rasa green tea serta campuran jeruk dan mangga. Bahkan di Amerika, biskuit yang terkenal dengan jargon ‘diputar, dijilat, dicelup’ ini memiliki varian rasa kue ulang tahun dan permen jagung. Beragamnya varian rasa yang diciptakan Oreo ini selalu membuat konsumennya penasaran untuk mencicipi.

Beberapa pelanggan didapati kesulitan menghentikan diri dari makan terlalu banyak biskuit Oreo. Hal ini dikatakan sebuah studi, bahwa biskuit Oreo menimbulkan efek kecanduan yang sama dengan kokain. Penelitian tersebut dilakukan oleh Connecticut Colllege, dan menemukan bahwa ketika tikus memakan Oreo, mereka membentuk sebuah asosiasi yang sama kuat dengan biskuit tersebut, sama seperti tikus lainnya yang disuntik dengan kokain atau morfin.

“Penelitian kami mendukung teori bahwa makanan tinggi lemak / tinggi gula merangsang otak dengan cara yang sama seperti yang dilakukan narkoba. Ini mungkin menjelaskan mengapa beberapa orang tidak bisa menolak makanan ini meskipun fakta bahwa mereka tahu dampak buruk dari makanan tersebut bagi mereka,” kata Profesor Neuroscience Joseph Schroeder.

Meskipun pada penelitian tersebut mengaitkan bahwa bahaya kesehatan yang signifikan dalam mengambil -obatan seperti kokain dan morfin, makanan tinggi lemak dan tinggi gula bisa menjadi lebih bahaya. Kadar lemak dan gula tinggi akan berkontribusi pada obesitas. Maka dari itu, sebaiknya konsumen mengkonsumsi makanan tinggi gula sesuai dengan takaran agar tidak terjadi efek samping yang buruk untuk kesehatan.

Sebagai informasi, biskuit Oreo tersedia dalam berbagai kemasan dus yang berisi Oreo kemasan isi 3, kemasan 137 gram, dan lainnya. Harganya cukup terjangkau, untuk Oreo isi 3 dibanderol seharga Rp1.500, sementara untuk kemasan 137 g dijual dengan Rp8.700.

Loading...