Harga Mulai Rp 150 Ribuan, Alat Bantu Pendengaran Tersedia Untuk Dewasa & Anak-Anak

Alat Bantu Pendengaran - kujualmurah.blogspot.comAlat Bantu Pendengaran - kujualmurah.blogspot.com

bantu pendengaran saat ini telah banyak digunakan oleh para gangguan pendengaran agar bisa kembali mendengarkan suara di sekitarnya dengan baik. Beberapa lembaga non profit pun biasanya juga memberikan pendengaran secara untuk tunarungu yang ada di berbagai daerah di . Apabila kesulitan mencari donatur yang dapat memberikan alat bantu dengar secara , ABD juga bisa dibeli di berbagai toko-toko alat dengan harga yang relatif terjangkau.

Perlu diketahui bahwa harga dan alat pendengaran sendiri kini cukup bervariasi. Alat bantu dengar pocket hearing aid X-136 harganya cukup , yakni sekitar Rp 150 ribuan saja. Kemudian ada merek Harmed yang dengan harga Rp 180 ribu, Xonmed Digital Rp 600 ribu, sedangkan merk Siemens berkisar antara Rp 1,2 juta hingga Rp 1,8 juta.

Alat bantu dengar alias ABD modelnya pun bermacam-macam, antara lain ada yang Receiver in Canal (RIC) dengan posisi speaker dalam liang telinga, Receiver in The Ear (RITE) dengan posisi speaker di telinga, Behind The Ear (BTE) yang ada di belakang telinga, Completely in Canal (CIC) yang ada di dalam liang telinga, In The Canal (ITC) atau In The Ear (ITE) yakni posisinya di dalam telinga.

Alat-alat bantu pendengaran ini banyak dijual di sejumlah toko besar seperti Optik Melawai dan toko alat kesehatan. Jika terlalu sulit mencarinya, alat bantu dengar juga bisa dibeli secara online di berbagai situs e-commerce. Namun perlu diingat bahwa sebelum memutuskan untuk menggunakan alat bantu pendengaran, pasien yang menderita gangguan pendengaran wajib berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Meski diklaim cukup membantu orang-orang yang menderita tuli atau tunarungu, alat bantu dengar bagi sebagian tunarungu ternyata tak bisa digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama. “Kebanyakan mereka yang menggunakan alat ini pun mengaku tak bisa terlalu lama menggunakannya karena bisa menyebabkan kepala,” kata Farid, salah satu penerjemah isyarat.

Oleh sebab itu meski sudah menggunakan alat bantu pendengaran, biasanya untuk berkomunikasi dengan tunarungu masih memerlukan bahasa isyarat dengan bantuan gerak tangan dan bibir agar mereka dapat memahami pesan apa yang hendak disampaikan oleh lawan bicaranya. “Teman-teman tunarungu bilang, isyarat itu bahasa kami. Ketika disuruh baca bibir mereka berat,” tandas Farid.

Loading...