Harga Mulai Rp 100 Ribuan, Loyang Sosis Telur Bikin Usaha Kuliner Makin Mudah

Ilustrasi: mesin panggang sosis telur (youtube: TwothousandMachinery China)Ilustrasi: mesin panggang sosis telur (youtube: TwothousandMachinery China)

Ide untuk memulai kuliner memang seakan tak pernah mati. Pasalnya kreativitas untuk menciptakan jajanan baru pun tidak terbatas berkat dukungan peralatan yang sudah semakin memadai. Bagi penggemar kuliner jalanan, mungkin sudah tak asing lagi dengan cemilan bernama sostel ( ) atau juga kerap disebut egg roll. Sejak maraknya peredaran mesin yang dapat mengolah sosis dan secara bersamaan di pasaran, pedagang sostel makin banyak bermunculan, sehingga jajanan ini pun semakin populer.

Sesuai dengan namanya, sosis telur adalah jajanan yang berwujud sosis dibalut dengan telur. Menggunakan loyang atau mesin penggorengan khusus, tampilan sosis telur ini pun tampak rapi layaknya es potong, lengkap dengan tusuk satenya. Proses memasak  sosis telur cukup mudah dan cepat dengan yang dilengkapi cetakan ini.

Harga loyang sosis telur sendiri kini dibanderol cukup variatif, tergantung merek dan spesifikasinya. Sebagai contoh, mesin pembuat sosis telur merek Q2 dengan 1 lubang harganya cukup murah, hanya Rp 118 ribuan saja. Jika butuh loyang dengan banyak lubang untuk keperluan usaha, tersedia mesin sosis egg roll maker produksi Maksindo isi 10 lubang yang dibanderol seharga Rp 1,65 juta. Mesin satu ini memiliki fitur menarik, di mana egg roll atau sostel bisa naik secara otomatis jika sudah matang serta mengandalkan bakar gas LPG. Lalu ada juga loyang sosis telur isi 4 lubang merek Getra seharga Rp 750 ribu. Mesin ini bekerja menggunakan tenaga listrik.

Saat ini pelaku usaha sosis telur banyak bermunculan karena peluangnya memang cukup menjanjikan. Misalnya saja seperti yang dialami oleh bisnis sostel asal Jakarta. “Kami berdiri sejak 2008 lalu. Bisnis kemitraan kami tidak hanya sosis telur, banyak juga yang lain seperti es kepal Milo, donat Indomie, wedang ronde dan sebagainya. Untuk kemitraan sosis telur baru ada sejak tahun 2017,” kata Ina Kirana, Marketing Usaha Modal Kecil, seperti dilansir Kontan.

Ina menjelaskan jika hingga kini gerai sosis telur sudah mencapai 30-an yang tersebar di Jabodetabek, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Dengan paket kemitraan Rp 3,6 juta dan harga sosis telur per tusuk Rp 6.000, maka mitra berpotensi meraup omzet per bulan sekitar Rp 5,5 juta hingga Rp 8,5 juta. “Dengan perkiraan omzet tersebut, mitra diperkirakan bisa mencapai balik modal sekitar 2-4 bulan,” katanya.

Loading...