Harga Mulai Rp 100 Ribuan, Apakah Obat Herbal Jamkho Dijual di Apotik?

Obat Herbal Jamkho - www.tokopedia.comObat Herbal Jamkho - www.tokopedia.com

Kolesterol menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang umum dialami oleh masyarakat Indonesia. Bahkan menurut World Health Organization (WHO), kolesterol merupakan salah satu penyebab utama jantung pada tahun 2012. Untuk mengontrol kadar kolesterol dalam tubuh sebenarnya ada banyak cara, misalnya menjaga pola makan, rutin , mengurangi konsumsi gula, mengurangi makan makanan yang berlemak, hingga meminum obat-obatan atau jamu tertentu. Penggunaan jamu herbal seperti Jamkho bahkan disebut-sebut efektif untuk menurunkan kolesterol.

Jamkho (Jamu Kholesterol) adalah jamu fermentasi yang diklaim terbuat dari -bahan herbal seperti Mahkota Dewa, Pegagan, Kurkuma, Mengkudu dan ditambah dengan embrio nektar madu, gula aren, air hexagonal yang kemudian diolah dengan Nano, agar menghasilkan ramuan herbal di mana partikel ekstraknya menyerupai sel manusia, sehingga mudah diserap oleh tubuh dan menghancurkan lemak tepat pada sasaran.

Lantas apakah Jamkho di apotik? Rupanya obat herbal ini jarang ditemui di apotek-apotek besar layaknya Apotek K24 atau Kimia Farma. Biasanya justru apotek-apotek herbal yang mungkin masih menjual Jamkho. Mencari Jamkho secara justru lebih mudah ketimbang mencarinya di apotek terdekat.

Jamu untuk kolesterol ini tersedia dalam berbagai kemasan. Yang paling murah ada Jamkho 100 ml (untuk pemakaian 3-5 hari) yang dengan Rp 100 ribu per botol, kemudian ukuran 250 ml (untuk pemakaian 8-15 hari) yang harganya berkisar Rp 225 ribu per botol, dan yang paling besar kemasan isi 500 ml (untuk pemakaian 30 hari atau 1 bulan) seharga Rp 425 ribu per botol.

“Jamkho solusi aman, terjangkau dan efektif menurunkan kadar kolesterol tinggi hanya dalam 1 hari bahkan 1 jam. 100% alami dengan Nano teknologi sehingga mudah diserap oleh tubuh,” kata salah satu penjual obat Jamkho.

Jamu yang diklaim tidak berbahaya dan tanpa efek samping ini disebut-sebut sudah mengantongi sertifikat SNI, GMP (Good Manufacturing Practices), serta telah mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM) dengan nomor registrasi TR. 133 672 511 dan sertifikasi halal dari MUI.

Loading...