Harga Mulai Ribuan Rupiah, Sepat Kuning Banyak Dipelihara Sebagai Ikan Hias

Ilustrasi : Ikan sepat kuning - www.aquaportal.bg

ikan yang banyak dipelihara oleh para penghobi di cukup banyak. Dari sekian banyak macam ikan hias yang ada, rupanya ikan sepat termasuk yang paling diminati. Ikan tawar ini awalnya memang banyak dikonsumsi karena memiliki rasa daging yang enak dan juga mengandung banyak protein. Akan tetapi, ada pula orang yang memutuskan untuk memeliharanya sebagai ikan hias dalam akuarium lantaran ikan sepat mempunyai tampilan fisik yang cukup menarik.

Tampilan ikan sepat sepintas hampir mirip seperti gurami, namun bentuk badannya lebih pipih dan lebih kecil dari gurame. Panjang tubuh ikan sepat pun hanya sekitar 12 cm saja dengan ukuran sirip yang cukup panjang. Warna ikan sepat pun beragam, mulai dari putih, hitam, kuning, biru, hingga merah. Ciri khas dari ikan sepat adalah adanya bintik-bintik tebal berwarna hitam yang membentuk pola horizontal mulai dari belakang mata hingga bagian pangkal ekornya.

Jenis ikan sepat yang banyak dikenal antara lain ikan sepat siam (Trichogaster pectoralis), sepat Jawa atau sepat rawa (Trichogaster trichopterus), dan sepat mutiara (Trichogaster leeri). Selain mendiami sungai atau parit, ikan sepat juga memiliki habitat di rawa-rawa dan danau yang banyak tumbuhan airnya. Di pasaran, ikan sepat hias kuning cukup variatif, rata-rata antara Rp 3.000 hingga Rp 5.000 per ekor.

Dari berjualan ikan hias macam sepat ini rupanya salah satu di kawasan Sekip Palembang bernama Bambang dapat membeli rumah sendiri tipe 54. Bambang bercerita, ia memulai berjualan ikan hias sejak tahun 2002 silam dengan menawarkan sejumlah jenis ikan hias seperti anak ikan gabus, anak ikan mas, ikan layang-layang, sepat Bogor, ikan pedang, guppy, dan cupang.

“Alhamdulillah, meski kita hanya pedagang biasa yang berjualan ikan hias, kita bisa membuktikan bahwa kita juga bisa menggapai mimpi dengan memiliki Rumah sendiri type 54. Di sini kita jual berbagai jenis makanan ikan lainnya, seperti pelet, cacing darah, cacing sutra, kutu air, serta uget-uget atau jentik nyamuk,” ungkap Bambang, seperti dilansir Tribunnews.

Dari berjualan ikan hias, Bambang mengaku mendapat keuntungan hingga Rp 200 ribu. “Kalau ramai, biasanya bisa sampai Rp 200 ribu per hari, tapi kalau sepi paling Rp 50-60 ribu dengan harga ikan yang beragam,” jelasnya.

“Kalau ikannya, biasa diantarkan langsung oleh para pembudidaya ikan hias dengan harga beragam, untuk Ikan Guppy biasa kita ambil mulai dari harga Rp 1.000-10.000 per ekor, Ikan Cupang mulai dari harga Rp 1.000-30.000, Anak Ikan Mas Rp 1.000-15.000, Ikan Layang Rp 1.000-10.000, Ikan Sepat Rp 1.000-25.000. Semua itu per ekor dan memang harganya beragam,” tutur Bambang.

Loading...