Harga Minyak yang Melesat Bakal Dorong Penguatan Rupiah Hari Ini

Setelah melemah tipis 1 poin pada penutupan Kamis (25/2), rupiah diprediksi akan kembali menguat. Naiknya harga dunia dalam dua hari terakhir bakal menjadi penyokong laju terhadap dolar AS.

Pada perdagangan Jumat (26/2) pagi, rupiah dibuka menguat 19 poin atau 0,14 persen ke Rp13.394 per dolar AS. Kemudian menurut laporan Index, mata uang Garuda kembali terapresiasi 30 poin atau 0,22 persen ke Rp13.283 per dolar AS.

“Rupiah hari ini berpeluang mengembalikan sentimen penguatannya,” ujar Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “Harga minyak yang naik dalam dua hari terakhir menjadi sentimen pendorong, meski di sisi lain ketidakpastian dari intervensi pemerintah di sektor perbankan belum sepenuhnya hilang.”

Seperti diketahui, harga minyak kembali melesat usai komentar pejabat Venezuela mengenai kemungkinan stabilisasi harga pada pertemuan OPEC Maret mendatang. Minyak menyentuh 35 dolar AS per barel, sekaligus membuat dolar AS terkoreksi.

“Indeks dolar AS juga melemah tipis menyusul naiknya data klaim , “sambung Rangga. “Malam nanti ditunggu angka revisi AS kuartal IV 2015 yang diperkirakan tetap lebih rendah dari 0,7 persen ke 0,4 persen YoY.”

Pendapat senada diungkapkan Research and Analyst PT , Agus Chandra. Menurutnya, rupiah masih cukup tangguh karena mendapat amunisi usai Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Juda Agung, menyatakan bahwa rupiah kompetitif untuk ekspor dan impor.

“Namun, rupiah juga rentan terkoreksi karena minim sentimen penyokong,” jelas Agus. “Hari ini rupiah akan bergerak antara Rp13.280 hingga Rp13.530 per dolar AS.”

Loading...