Harga Minyak Turun, Kurs Riyal Tak Beranjak dari Zona Merah

Kembali turunnya harga minyak dunia membuat nilai tukar riyal . Menurut catatan Bloomberg Index pukul 14.51 WIB, pada (20/9) mata uang Arab Saudi tersebut terdepresiasi 0,0002 poin atau 0,01% ke level 3,7509 per dolar AS. nyaris senada disampaikan Google yang menyebutkan saat ini berada di posisi 3,7508 per dolar AS.

Seperti diketahui, minyak menjadi komoditas berharga bagi Arab Saudi. Dan, kembali turunnya harga minyak dunia membuat kondisi ekonomi di negara Timur Tengah itu pun jeblok. Berdasarkan data Bloomberg Index, harga minyak WTI kontrak Oktober 0,19 poin atau 0,44% ke 43,11 dolar AS per barel pada Selasa siang. Di saat yang sama, patokan Eropa minyak Brent pengiriman November juga melempem 0,14 poin atau 0,30% ke level 45,81 dolar AS per barel.

Kembali turunnya harga minyak dunia ini akibat spekulasi bertahannya kelebihan pasokan di tengah kenaikan suplai dari Nigeria ke Amerika Serikat. Produksi Nigeria mencapai 1,75 juta barel per hari dan akan terus naik setelah upaya serta gencatan senjata dengan para militan di negara tersebut memungkinkan kembalinya produksi minyak.

“Suplai masih menjadi permasalahan,” ungkap analis sumber daya di Fat Prophets, Sidney, David Lennox. “Data persediaan AS akan penting, namun menanti apa yang akan terjadi pada pertemuan OPEC pekan depan.”

Pergerakan minyak telah berfluktuasi akhir-akhir ini seiring spekulasi bahwa pertemuan negara-negara OPEC dan Rusia akan menyepakati upaya menstabilkan pasar pada pertemuan di Aljazair pekan depan. “Pembekuan akan membuat harga stabil untuk sementara, namun pasar benar-benar perlu melihat adanya pemangkasan produksi,” sambung Lennox.

Arab Saudi sendiri saat ini juga sedang berupaya memperbanyak produksi minyak mentah mereka. Meski sikap itu dituding untuk merebut pangsa pasar produsen biaya tinggi atau Amerika Serikat, namun Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir, buru-buru membantahnya. “Kita sekarang harus kembali ke teori dasar Adam Smith dan apa yang kita lihat sekarang adalah harga pasar,” katanya.

Loading...