Harga Minyak Sentuh Level Terendah dalam 6 Tahun, OPEC Tegas Batasi Plafon Ekspor Minyak

Wina, Jerman – akhirnya memutuskan untuk mengambil langkah tegas guna menyelamatkan mentah dunia. Pertemuan OPEC yang diperkirakan bakal berlangsung 4 jam saja pada hari Jumat (4/12), nyatanya molor menjadi hampir 7 jam.

Negara-negara Pengekspor Minyak harus menelan pil pahit dengan menerima kebijakan OPEC untuk membatasi produksi Minyak. Namun, perlakuan sebaliknya justru diterima oleh yang memimpin kuota minyak hingga menyisihkan saingan utamanya, dan AS.

“Banyak orang mengatakan bahwa OPEC sudah mati. OPEC sendiri hanya menegaskan hal itu, “ungkap Jamie Webster, seorang analis perminyakan untuk IHS Inc. yang berbasis di Washington, di Wina, Jumat (4/12).

OPEC sendiri tak pernah mengalami masalah tentang target produksi minyak sejak tahun 1982, meskipun pada kenyataannya banyak negara-negara anggota yang sering mengabaikannya dan menyalurkan minyak jauh di atas angka tersebut.

Menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg, Batas produksi sebanyak 30 juta barel per hari telah banyak ditinggalkan karena dirasa terlalu kaku untuk mayoritas negara pengekspor minyak. Puncaknya terjadi pada 18 bulan belakangan, dimana pasokan minyak terlalu berlimpah hingga mengakibatkan harga minyak jadi pada posisi terendah dalam 6 tahun terakhir. Kini, OPEC tegas membatasi plafon ekspor minyak mentah menjadi 31,5 juta barel perhari.

Kelebihan pasokan minyak mentah ini secara tak langsung memicu kemerosotan terburuk dalam sektor energi sejak krisis keuangan dunia di tahun 2008 lalu. Perusahaan minyak besar seperti Exxon Mobil Corp dan BP Plc dipaksa untuk kehilangan setengah dari keuntungan mereka. sementara itu, negara-negara kaya minyak mentah kaya seperti Meksiko dan Rusia harus mengalami penurunan kurs mata uang besar-besaran setelah mereka terkuras.

Loading...