Bikin Masakan Makin Lezat, Ini Harga Minyak Samin di Supermarket

Harga Minyak Samin - www.idntimes.comHarga Minyak Samin - www.idntimes.com

samin alias ghee merupakan mentega yang kerap dipakai untuk memasak aneka India dan juga Timur Tengah. yang diolah menggunakan minyak samin biasanya akan terasa lebih gurih dan lezat untuk disantap dibandingkan bila memakai mentega biasa. Mencari minyak samin di Indonesia pun tidak sulit, karena kini sudah banyak di supermarket dan minimarket dengan beberapa ribu saja.

Adapun harga minyak samin Cap Onta di Superindo kemasan 250 gram dijual Rp15.500, kemudian kemasan 200 gr di Ranch Market harganya Rp10.500, di Indomaret harga minyak samin Cap Onta 200 g dipatok Rp9.100, dan di Alfamart seharga Rp9.200 per bungkus. Harga minyak samin di supermarket maupun minimarket bisa berubah sewaktu-waktu tergantung promo yang berlaku.

Minyak samin sendiri secara tradisional dibuat dengan memanaskan secara lembut mentega susu sapi hingga kandungan airnya menguap dan padatan susunya bisa disaring. Proses itu hanya menyisakan lemak cair. “Sementara minyak samin membutuhkan waktu lebih lama dari beberapa jenis mentega lainnya, tetapi minyak samin mempertahankan lebih banyak vitamin dan nutrisi karena pembuatannya yang rendah panas,” ujar profesor emeritus farmakologi di South Dakota State University, Chandradhar Dwivedi, seperti dilansir Time melalui Liputan6.

Minyak samin disebut-sebut mengandung vitamin E, vitamin A, antioksidan, dan senyawa organik lainnya. Dalam ilmu pengetahuan modern ditunjukkan bahwa makan makanan kaya lemak seperti minyak samin bisa meningkatkan bioavailabilitas (ketersediaan hayati) dan penyerapan sejumlah vitamin dan mineral yang sehat. “Dengan memasak atau makan sayuran bersama dengan minyak samin, tubuh Anda mungkin memiliki lebih banyak nutrisi,” kata Dwivedi.

Selain itu, Dwivedi menilai minyak samin atau ghee mempunyai rasa yang enak dan dapat membuat beberapa makanan tidak hanya sehat tetapi juga terasa lezat. Menurut juga ditemukan bahwa mengonsumsi minyak samin hingga 10% tidak akan meningkatkan risiko penyakit jantung. “Namun, bagi mereka yang memiliki kecenderungan itu karena faktor genetik mungkin akan berbahaya,” tandas Dwivedi.

Loading...