Harga Minyak Nilam di Kolaka Utara Anjlok Jadi Rp 350 Ribu per Kg

Minyak Atsiri - nasional.republika.co.idMinyak Atsiri - nasional.republika.co.id

nilam alias Patchouli oil atau yang lebih akrab disapa atsiri adalah salah satu unggulan Indonesia yang banyak diekspor ke . Minyam nilam memiliki banyak kegunaan, mulai dari pembunuh serangga hingga untuk -obatan. Sayangnya minyak nilam di Kolaka Utara sejak Mei-Juli 2017 dikabarkan hingga 50% dari harga jual rata-rata yang berkisar Rp 500-900 ribu per kilogram.

Salah satu pengrajin minyak nilam dari Desa Gunung Kajang, Kolaka Utara bernama Daeng Baso mengungkapkan jika harga minyak nilam biasanya sekitar Rp 750 ribuan, namun saat ini turun drastis ke angka Rp 350 ribu. Alhasil banyak warga yang mengeluh karena anjloknya harga minyak nilam di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Selain di Kolaka, minyak nilam juga banyak diproduksi di Aceh maupun Purbalingga. Umumnya minyak nilam asal Indonesia akan diekspor ke Amerika Serikat () dan Perancis untuk memenuhi kebutuhan industri pangan, parfum, maupun farmasi. Tak hanya dan Perancis, minyak nilam juga banyak diekspor ke Jerman, Belanda, Spanyol, Jepang, India, , dan Australia.

“Dari negara-negara tersebut, ekspor yang lebih dominan ke Amerika dan Perancis. yang diekspor situasional, biasanya mereka membelinya sudah direncanakan setengah tahun atau setahun ke depan. Dan dalam periode tersebut pengirimannya tergantung permintaan,” papar Feri Agustian, Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Atsiri Indonesia, seperti dilansir Tribunnews.

Meski menjadi komoditas yang cukup menjanjikan, sayangnya kapasitas produksi minyak nilam di dalam negeri kurang mencukupi. “Permintaan dari luar negeri sebenarnya besar. Namun kita belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut, karena petani Purbalingga belum melirik budidaya tanaman nilam. Padahal, hasilnya sebenarnya sangat menjanjikan,” ucap Dyah Hayuning Pratiwi, Wakil Bupati Purbalingga.

Di Purbalingga, umumnya minyak nilam diproduksi oleh industri rakyat dalam skala kecil untuk dikirim ke Jakarta dan Bali dan juga dipasok ke luar negeri. Tetapi saat ini luas lahan tanaman nilam di Purbalingga semakin menurun dan dari 700 hektare kini tinggal 234 hektare saja. “Sebagian besar petani tidak lagi mengusahakan tanaman nilam karena banyak tanaman yang terserang penyakit busuk pangkal batang,” kata Dyah.

Loading...