Harga Minyak Naik, Rupiah Berpeluang Lanjutkan Tren Positif

diprediksi masih akan melanjutkan tren positifnya pada perdagangan Kamis (28/4) ini. Pelemahan serta penguatan harga minyak akan menjadi penyokong laju penguatan mata uang Garuda.

Menurut catatan Index, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan dibuka 18 poin atau 0,14% ke level Rp13.184 per dolar AS. Kemudian, mata uang Garuda kembali tipis 1 poin atau 0,01% ke posisi Rp13.201 per dolar AS pada pukul 08.25 WIB.

“Dolar AS kembali melemah setelah terimbangi penguatan kembali harga minyak mentah dunia seiring penilaian adanya penurunan pada suplai cadangan minyak AS,” papar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada. “Ini memberi kesempatan bagi rupiah untuk tetap bergerak .”

Harga minyak mentah jenis WTI (West Texas Intermediate) untuk pengiriman Juni naik 2,9% ke 45,33 dolar AS per barel. Sementara, harga minyak jenis untuk pengiriman Juni juga terpantau menguat 3,1% ke 47,18 dolar AS per barel.

Ditambahkan Reza, rilis kenaikan consumer confidence Korsel yang membuat terapresiasi dan dibarengi positifnya rilis grafik consumer confidence , retail sales Spanyol, hingga loan growth Zona Eropa yang berimbas pada laju euro yang menguat, juga turut menyokong rupiah. “Rupiah hari ini akan berada pada level support Rp13.185 per dolar AS serta resisten Rp13.168 per dolar AS,” sambungnya.

Senada, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, mengemukakan bahwa setelah FOMC meeting memutuskan mempertahankan tingkat suku bunga di 0,25% – 0,50%, indeks dolar AS serta imbal hasil US Treasury sama-sama turun. “Dolar diperkirakan melemah di perdagangan Asia hari ini. Namun, pergerakan mata uang hari ini juga masih menunggu keputusan Bank of Japan,” kata Rangga.

Loading...