Harga Minyak Mentah Melesat Naik, Rupiah Dibuka Menguat pada Perdagangan Selasa Pagi

Jakarta – Condong mengekor pada penguatan harga , Rupiah melesat 29 poin ke level Rp 13.410 per pada pembukaan Selasa pagi (23/2). Meski Indeks naik 97 poin pada penutupan Senin (22/2), nyatanya tak membuat Rupiah menciut.

Bersama mata uang Asia Tenggara lainnya, Mata uang Garuda seiring dengan harga minyak yang terdongkrak secara signifikan. Minyak West Texas Intermediate harganya naik 6,21% ke USD 31,48 per barel pada penutupan perdagangan di hari sebelumnya.

Dikemukakan oleh Reza Priyambada, Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, kondisi perekonomian lokal maupun sedang kondusif sehingga mendorong penguatan Rupiah.

“Dengan mulai meredanya sentimen di pasar dan diikuti oleh sentimen penguatan harga minyak mentah maka kami harapkan laju Rupiah dapat kembali melanjutkan pergerakan positifnya,” tutur Reza dalam risetnya yang dirilis pagi ini (23/2).

Menurut Reza, penguatan harga minyak mentah dunia biasanya akan berimbas pada laju penguatan komoditas lainnya. Apalagi, pernyataan The Fed yang mengindikasikan penundaan kenaikan semakin melemahkan posisi Dolar AS terhadap mata uang utama lainnya.

“The Fed sepakat untuk menunda terkait kenaikan tingkat suku bunga AS dikarenakan besarnya tingkat volatilitas pasar yang dapat membebani The Fed saat mempertimbangkan laju kenaikan suku bunga. Laju Rupiah pun mampu melampaui perkiraan kami akan terjadinya pelemahan,” lanjut Reza.

Loading...