Harga Minyak Membaik, Rupiah Tembus level Rp 13.134/USD

Jakarta – Situasi spot yang kondusif membawa Rupiah keluar dari level 13.150-an. Berdasar pantauan pada laman Bloomberg, mata uang Garuda finish di level Rp 13.136/ dengan penguatan sebesar 34 poin (0,26%) pada penghujung perdagangan Selasa (19/4).

Sesuai dengan prediksi para analis keuangan, Rupiah mulai signifikan menguat sejak mendekati akhir sesi I perdagangan. Di penutupan sesi awal perdagangan , Rupiah menguat 18 poin ke level Rp 13.152/USD yang beriringan dengan pergerakan ke teritori positif. Pukul 13.21 WIB, Rupiah benar-benar meninggalkan level 13.150-an dengan menguat 45 poin ke level Rp 13.125/USD. Rupiah berhasil mempertahankan posisinya hingga ditutup pada level Rp 13.136/USD pada akhir perdagangan sesi II.

Seperti diketahui, peluang Rupiah untuk menekan laju Dolar AS terbuka lebar sejalan dengan penguatan minyak mentah . Minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Mei tercatat mengalami kenaikan harga sebesar 0,65% menjadi USD 40,04 per barel. Indeks Dolar AS pun terus berkebalikan dengan pergerakan harga minyak.

“Rupiah yang di buka menguat pagi ini di Rp 13.145, serta harga minyak WTI yang dibuka menguat tipis di US$40.04/barel.” kata Maximilianus Nico Demus. L, Head of Fixed Income Division PT Indomitra Securities hasil risetnya yang diterima pagi tadi (19/4).

Ditegaskan pula oleh Lukman Leong, Analis PT Platon Niaga Berjangka, pelemahan indeks Dolar terkait dengan berangsur stabilnya kondisi pasca kegagalan kesepakatan pada pertemuan OPEC.

“investor mulai kembali melirik aset mata uang berisiko mengingat di berkembang masih relatif stabil,” ujar Lukman Leong.

Selain itu, menurut Lukman, fundamental ekonomi Indonesia yang relatif kondusif sebagai dampak rilis pake-paket oleh Pemerintah mulai bisa dirasakan dampaknya. Disamping pemberlakuan suku bunga negatif oleh sejumlah negara yang memancing dana asing mengalir ke negara-negara berkembang dengan suku bunga positif seperti Indonesia.

“Kebijakan pemerintah cukup berdampak ke sejumlah ekonomi yang telah dirilis, situasi itu menjadi salah satu faktor yang mendorong permintaan nilai tukar rupiah meningkat sehingga menjaga pergerakannya di area positif,” sambungnya.

Loading...