Harga Minyak Melonjak Tajam, Rupiah Tinggal Menunggu Hasil RDG Bank Indonesia

www.globalindonesianvoices.com

Jakarta – Rupiah 38 poin di pembukaan Kamis pagi (17/2). Sebagaimana dicatat oleh Indeks Dolar Bloomberg, Rupiah merangsek naik ke level Rp 13.469 per Dolar AS setelah menguat 0,28% dari posisi penutupan di hari sebelumnya.

Seperti diketahui, Rupiah kembali mengendur ke level 13.500-an setelah sebelumnya bertahan di level 13.300. Kemarin, Rupiah ditutup pada level Rp 13.507/USD setelah terjatuh 112 poin. Rupiah melemah akibat adanya indikasi The Fed akan mengubah target kenaikan suku bunganya pada pertemuan Maret mendatang. Kabar revisi ini berhembus karena sejumlah anggota dibuat resah oleh dampak global dari perlambatan .

Meski begitu, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Rangga Cipta menilai, Rupiah memiliki potensi untuk menguat di sepanjang perdagangan hari ini.

“Hari ini rupiah berpeluang mengoreksi pelemahannya,” ujar Rangga dalam hasil risetnya yang diterima pagi ini (18/2).

Dikemukakan oleh Rangga, faktor positif domestik masih terjaga. Ada harapan akan kembali memangkas BI Rate 25 pada akhir Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang akan disimpulkan pada siang hari ini. Menurutnya, pemangkasan BI Rate yang bersinergi dengan angka realisasi per 5 Februari 2016 lalu akan mendorong prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2016.

Di luar itu, minyak yang naik tajam dapat menjadi senjata tambahan untuk Rupiah. minyak Brent melonjak hingga dini hari tadi usai diumumkannya keputusan Iran untuk sepakat menekan produksi minyak bersama Arab Saudi dan .

Loading...