Harga Minyak Melonjak, Rupiah Menguat Tipis di Awal Dagang

Masih adanya sentimen , seperti kenaikan minyak dunia dan membaiknya neraca , membuat melaju di awal perdagangan Selasa (16/5) ini. Seperti diwartakan Bloomberg Index, mata uang Garuda mengawali hari ini dengan 5 poin atau 0,04% ke level Rp13.298 per AS. Kemudian, pada pukul 08.35 WIB, spot kembali naik7 poin atau 0,05% ke posisi Rp13.296 per AS.

“Masih adanya imbas kenaikan harga minyak mentah dunia dan berimbas pada naiknya sejumlah harga komoditas, di antaranya , membuat laju dolar AS kembali terlihat melemah,” ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada. “Rupiah pun kembali mampu memanfaatkan kondisi tersebut untuk bergerak menguat.”

Seperti diberitakan Reuters, hari ini patokan harga minyak mentah Brent naik 98 sen atau 1,9% menjadi 51,82 dolar AS per barel, usai menyentuh angka 52,63 dolar AS per barel atau posisi tertinggi sejak 21 April lalu. Sementara itu, harga minyak mentah WTI juga menguat 1,01 dolar AS atau 2,1% ke posisi 48,85 dolar AS per barel.

Lonjakan harga minyak ini terjadi usai Arab Saudi dan Rusia sepakat untuk kembali memotong pasokan hingga 2018. Ini merupakan langkah pertama yang diambil OPEC untuk mendukung harga minyak lebih lama dari kesepakatan pertama. Menteri Energi dari kedua negara produsen terbesar minyak dunia tersebut menilai pemotongan pasokan harus diperpanjang selama sembilan bulan, sampai Maret 2018.

“Sementara itu, dari dalam negeri pemberitaan positif mengenai naiknya surplus neraca perdagangan Indonesia pada bulan April2017 dan pernyataan Bank Indonesia bahwa perbankan tidak terkena virus Ransomware, yang dapat mengganggu aktivitas perbankan, turut menguatkan nilai tukar mata uang Garuda,” sambung Reza. “Rupiah pada hari ini kemungkinan bakal bergerak di kisaran support Rp13.330 per dolar AS dan resistance Rp13.280 per dolar AS.”

Loading...