Harga Minyak Melonjak, Rupiah ditutup Menguat 52 Poin

Jakarta garuda kembali berjaya di penutupan Kamis (26/5). Rupiah terpantau 52 poin (0,38%) di level Rp 13.585/USD pada akhir transaksi hari ini. Penguatan Rupiah kali ini tak lepas dari tren kenaikan harga dunia yang menggulingkan AS.

Sebelumnya, Rupiah telah lebih dulu terapresiasi sejauh 15 poin pada pembukaan sesi perdagangan pagi. Rupiah mengawali perdagangan Kamis dengan bertengger di level Rp 13.622 per dolar AS.

“Dolar AS merata di Asia, termasuk terhadap Rupiah, menyusul kembalinya tren kenaikan harga minyak mentah dunia. Sentimen itu berpeluang menjaga penguatan Rupiah pada perdagangan hari ini,” ujar Rangga Cipta, Ekonom Samuel Sekuritas dalam risetnya, Kamis (26/5).

Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) crude naik 0,50% menjadi USD49.81 per barel. Sedangkan minyak jenis crude harganya naik 0,62% menjadi USD50.05 per barel.

Dalam pernyataannya, Rangga menambahkan bahwa kenaikan harga minyak mentah dunia juga menurunkan imbal hasil surat utang negara (SUN), sehingga memberi pengaruh positif pada harga SUN dan nilai tukar Rupiah di pasar spot. Isu tentang pemberlakuan Tax amnesty yang akan dimulai pada Juli 2016 mendatang juga turut meredakan keraguan investor.

Analis Platon Niaga Berjangka, Lukman Leong, berpendapat bahwa sentimen menguntungkan dari “Fitch Ratings” yang kembali mengafirmasi peringkat Indonesia pada level layak atau “investment grade” berdampak positif terhadap psikologis pelaku pasar uang sehingga memperbaiki iklim di dalam negeri.

Loading...