Harga Minyak Melonjak, Rupiah Berakhir Menguat

rupiah menguat 17

akhirnya mampu bangkit melawan ditopang kenaikan harga dunia karena ketidakpastian situasi politik di Suriah. Menurut laporan Index pukul 15.59 WIB, Garuda mengakhiri sesi dagang hari ini (10/4) dengan penguatan sebesar 35 poin atau 0,26% ke level Rp13.286 per AS.

Rupiah sebenarnya mengawali dengan 9 poin atau 0,07% ke posisi Rp13.330 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda berbalik 5 poin atau 0,04% ke level Rp13.316 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.43 WIB, spot makin nyaman di zona hijau setelah meroket 52 poin atau 0,39% ke posisi Rp13.269 per dolar AS.

Pada hari ini, harga minyak WTI untuk kontrak Mei 2017 menguat 0,13 poin atau 0,25% ke level 52,37 dolar AS per barel pada pukul 11.44 WIB, setelah dibuka dengan kenaikan 0,13% ke posisi 52,31 dolar AS per barel. Sementara, patokan minyak Brent di Eropa untuk kontrak Juni 2017 juga menguat 0,08 poin atau 0,14% ke level 55,32 dolar AS per barel, usai dibuka turun di posisi 55,19 dolar AS per barel.

Menurut para pedagang, seperti dikutip Reuters, kenaikan harga minyak didukung oleh permintaan yang kuat serta ketidakpastian politik global menyusul serangan rudal oleh Amerika Serikat (AS) terhadap Suriah pada akhir pekan lalu. Kuatnya permintaan atas minyak serta latar belakang kondisi global yang dipenuhi kegelisahan memberikan keseimbangan pada pasar.

Seperti diketahui, Presiden AS, , telah memerintahkan serangan rudal terhadap pangkalan udara Suriah, tempat diluncurkannya senjata kimia mematikan, pekan lalu. Langkah tersebut ditegaskan merupakan kepentingan keamanan nasional AS terhadap rezim Bashar al-Assad. “Serangan rudal jelajah AS telah menyebabkan lonjakan pada harga minyak mentah,” papar Senior Market Analyst OANDA, Jeffrey Halley.

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di level Rp13.323 per dolar AS, naik 18 poin atau 0,13% dibandingkan perdagangan sebelumnya di posisi Rp13.341 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia justru bergerak melemah terhadap greenback, dengan pelemahan terdalam dialami won Korea Selatan sebesar 0,69% dan yen Jepang sebesar 0,30%.

Loading...