Harga Minyak Kembali Naik, Rupiah Menguat Tipis di Awal Dagang

Rupiah diharapkan mampu melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Selasa (6/9) ini. Penguatan harga dunia serta turunnya optimisme kenaikan suku bunga pada bulan ini diyakini bakal menjadi sentimen positif bagi pergerakan mata uang Garuda.

Seperti diwartakan Bloomberg Index, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan penguatan sangat tipis 1 poin atau 0,01% ke level Rp13.155 per AS. Kemudian, pada pukul 08.35 WIB, mata uang Garuda kembali 2 poin atau 0,02% ke posisi Rp13.154 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS juga terpantau dibuka tipis 0,038 poin atau 0,04% ke level 95,882.

“Rupiah masih berpeluang menguat sepanjang perdagangan hari ini,” papar Ekonom Samuel Sekuritas , Rangga Cipta. “Turunnya peluang kenaikan FFR target dalam waktu dekat, naiknya harga minyak dan komoditas lain, serta harapan stimulus dari dan Bank of Japan membuka ruang penguatan bagi mata uang dalam negeri.”

Harga minyak dunia memang menguat meski tipis usai Arab Saudi dan Rusia, yang menguasai lebih dari 25% produksi minyak dunia, sepakat untuk menstabilkan harga minyak mentah. Harga minyak West Texas Intermediate () untuk pengiriman Oktober naik 60 sen menjadi 45,04 dolar AS per barel. Sementara, minyak kontrak November menguat 44 sen ke level 47,27 dolar AS per barel.

Dari dalam negeri, ditambahkan Rangga, meningkatnya optimisme juga dapat menjadi bekal positif bagi laju rupiah. “Meski di sisi lain, hal ini belum disertai hilangnya kekhawatiran pemerintah bahwa defisit tidak akan melebar pada akhir tahun dan tahun depan,” sambung Rangga.

Loading...