Aroma Menenangkan, Harga Minyak Esensial Lavender Dijual Mulai Puluhan Ribu Rupiah

Minyak Esensial Lavender - www.atsirich.comMinyak Esensial Lavender - www.atsirich.com

Essential oil beberapa waktu belakangan ini menjadi produk yang untuk mengatasi berbagai keluhan maupun psikis. Karena diklaim menyimpan beragam yang , tak heran jika beberapa varian esensial pun dengan harga agak mahal. Salah satunya seperti minyak esensial lavender yang sudah secara luas dikenal mampu memberi relaksasi, meningkatkan mood, sekaligus meningkatkan tidur seseorang.

Sebagai contoh, harga minyak esensial Lavender dari merk ternama seperti Young Living bisa dibanderol mencapai Rp329 ribu per botol isi 15 ml, sedangkan yang 5 ml harganya mulai Rp150 ribuan. Ada pula merek essential oil lavender lain yang lebih murah seperti Happy Green dengan harga mulai Rp56 ribu per botol isi 10 ml, atau Natural Hut seharga Rp40 ribu.

Minyak esensial lavender secara umum diklaim menyimpan sejumlah manfaat, seperti mengobati kecemasan atau rasa gelisah, mengobati luka, menjaga kulit sehat, mengatasi jerawat, bagus untuk meminimalisir insomnia, dapat digunakan sebagai minyak pijat, meningkatkan mood, meringankan migrain, mencegah rambut rontok, mengobati psoriasis, dan masih banyak lagi.

Meskipun telah digunakan secara luas secara topikal maupun diteteskan dalam diffuser, kebenaran klaim kesehatan pada minyak esensial masih menjadi perdebatan. Sebuah survei bahkan melaporkan bahwa setidaknya sepertiga orang Amerika meyakini jika minyak esensial dapat menyembuhkan mereka layaknya obat.

Dari sekitar 90 jenis minyak esensial yang beredar di saat ini, biasanya minyak esensial dikemas dalam botol kecil dengan aneka aroma alami yang disebut-sebut memiliki peruntukan masing-masing. Beberapa ahli kesehatan belum berani merekomendasikan penggunaan minyak esensial lantaran kebenarannya secara sains masih belum dapat dibuktikan.

Walaupun minyak esensial pada dasarnya dibuat dari bahan-bahan alami seperti biji tanaman, bunga, batang, atau akar, mereka masih belum melalui pengujian ketat dari FDA (Food and Drugs Administration). “Minyak esensial bukan termasuk obat medis, karena efeknya belum sepenuhnya dinilai dalam ilmu pengetahuan,” ucap Hideki Kashiwadani, seorang peneliti fisiologi di Universitas Kagoshima, Jepang, seperti dilansir dari Kompas.

Loading...