Harga Minyak Dunia Naik, Rupiah Naik Tipis di Awal Perdagangan

Jakarta – Kurs dibuka naik 2 poin atau 0,02 persen ke posisi Rp 13.329 per di awal perdagangan hari ini, Rabu (24/1). Kemarin, Selasa (23/1) mata uang Garuda berakhir terapresiasi 19 poin atau 0,14 persen ke level Rp 13.331 per usai diperdagangkan pada rentang angka Rp 13.304 hingga Rp 13.340 per USD.

Indeks AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks AS melemah 0,31 persen menjadi 90,125 pada pukul 15.00 waktu setempat (20.00 GMT) usai kepercayaan zona Euro untuk bulan Januari mengalami kenaikan melebihi ekspektasi.

Berdasarkan data dari Komisi Eropa pada Selasa (23/1) menunjukkan jika perkiraan indikator kepercayaan konsumen di zona Euro naik 0,8 poin dari bukan Desember 2017 menjadi +1,3 poin pada Januari 2018, nyaris mencapai rekor tertinggi. Menurut para , angka ini menjadi momentum kuat untuk ekonomi Eropa.

Menurut Ekonom Bank Permata Josua Pardede, rupiah berhasil menguat karena derasnya aliran masuk dana asing di pasar saham dan . Pada Selasa (23/1) kemarin, Indeks Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencapai rekor tertinggi di angka 6.635,33. Asing mencetak beli bersih Rp 574,33 miliar di bursa saham, sementara itu penawaran yang masuk pada lelang sukuk mencapai angka Rp 27,99 triliun. Dari lelang tersebut pemerintah mendapat Rp 8,63 triliun.

Di sisi lain, Deddy Yusuf Siregar, analis Asia Tradepoint Futures juga berpendapat jika kenaikan harga minyak dunia turut memberikan suntikan bagi rupiah. Diketahui bahwa harga minyak dunia menguat ke USD 63,90 per barel. Kenaikan harga minyak dunia juga diikuti oleh naiknya lain, sehingga cukup menguntungkan pula bagi Indonesia. “Tapi, laju rupiah mungkin tersendat. Pasalnya, government shutdown yang melanda AS tampaknya akan segera berakhir. Ini jadi sentimen bagi USD,” ungkap Deddy, seperti dilansir Kontan.

Loading...