Harga Minyak Dunia Murah, Rusia Potong Anggaran Belanja

Kondisi perekonomian terancam jika minyak dunia terus . Bahkan, Rusia harus membuat potongan belanja tambahan, jika kondisi ini berkelanjutan.

“Jika harga minyak terus turun hingga 20 AS per barel, kami harus melakukan pemotongan biaya belanja,” ujar Wakil Menteri Keuangan Rusia, Alexei Moiseev. “Kami sudah berencana memotong pengeluaran fiskal ketika harga minyak 60 AS per barel, misalnya. Namun, jika harga minyak terus ke level 20 AS per barel, kami bahkan akan melakukan lebih dari pemotongan.”

Moiseev memang tidak memberikan rincian tentang di mana pemotongan biaya ini akan dilakukan. Namun, ia mengatakan bahwa anggaran rumah tangga harus lebih diperketat. “Rusia tidak bisa lagi mengandalkan standar hidup seperti saat harga minyak dunia sedang tinggi,” tambahnya.

Anggaran belanja Rusia pada tahun 2016 didasarkan pada harga minyak yang berkisar 40-50 dolar AS per barel. Namun, ketika Organisasi Negara Pengekspor Minyak tak mau menurunkan produksi minyak mereka usai pertemuan (4/12) lalu, nilai rubel (mata uang Rusia) terhadap dolar AS malah terus anjlok.

“Dinamika harga minyak dan statistik saham AS yang terus menguat adalah pendorong utama dari jatuhnya rubel,” kata analis dari kantor berita bisnis VKS Express, Ivan Kopeykin.

Ekonomi Rusia sendiri telah menderita untuk lebih dari satu tahun akibat terus menurunya harga minyak dunia. Ini masih ditambah dengan sanksi ekonomi Barat atas pencaplokan Kremlin Krimea dari Ukraina pada Maret 2014. Meski begitu, Menteri Ekonomi Rusia mengatakan bahwa resesi negara itu telah berakhir.

Loading...