Harga Minyak Anjlok Usai Pertemuan Doha, Ringgit Malaysia Kembali Lesu

Nilai tukar terhadap AS kembali pada perdagangan Senin (18/4) ini. Salah satu hal yang menyebabkan ringgit merosot adalah kembali anjloknya minyak setelah produsen minyak utama gagal melakukan kesepakatan untuk membekukan output dan mengatasi pasokan dalam pertemuan di Doha, , Minggu (17/4) kemarin.

Menurut laporan Index, hari ini ringgit dibuka ke level 3,9414 per dolar AS. Kemudian, mata uang Malaysia itu kembali turun 0,9% ke 3,9395 per dolar AS pada pukul 09.13 waktu Kuala Lumpur.

“Pergerakan kurs ringgit ini sangat bergantung pada perkembangan harga minyak dunia,” papar ahli strategi mata uang di & New Zealand Banking Group Ltd., Khoon Goh. “Hal ini sangat tergantung apakah harga minyak bisa stabil atau terus turun.”

Seperti diketahui, setelah kekecewaan imbas pertemuan di Doha, harga minyak jenis Brent turun 4,9% ke 41,01 dolar AS per barel. Iran ditengarai menjadi batu sandungan utama untuk mencapai kesepakatan di Doha.

Selain Malaysia, penurunan harga minyak ini juga berimbas kepada negara tetangga lain, Australia. Nilai tukar dolar Australia terhadap dolar AS terpantau melemah 1% ke 0,7649 per dolar AS.

Loading...